Afni Minta BSP Buka Peluang Investasi, Targetkan Dividen Kembali Tembus Rp300 Miliar

Lina 7 Jul 2026, 15:46
Afni Minta BSP Buka Peluang Investasi, Targetkan Dividen Kembali Tembus Rp300 Miliar
Afni Minta BSP Buka Peluang Investasi, Targetkan Dividen Kembali Tembus Rp300 Miliar

RIAU24.COM - PEKANBARU – Bupati Siak, Afni Zulkifli, meminta PT Bumi Siak Pusako (BSP) membuka peluang kerja sama dengan investor untuk memperkuat permodalan dan mempercepat peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas). Langkah tersebut dinilai penting agar perusahaan daerah itu mampu meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Afni saat memberikan sambutan pada pelantikan Direktur PT BSP masa jabatan 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026).

Menurut Afni, perkembangan BSP tidak hanya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Siak, tetapi juga pemerintah pusat. Ia mengatakan, dalam berbagai agenda nasional, para pejabat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kerap menanyakan perkembangan perusahaan migas milik daerah tersebut karena sektor energi menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden.

"Dalam berbagai agenda nasional, Menteri selalu menanyakan perkembangan BSP. Ini menunjukkan bahwa sektor energi menjadi program prioritas Presiden. BSP merupakan salah satu perusahaan daerah strategis yang menjadi perhatian pemerintah pusat," ujar Afni.

Karena itu, ia menegaskan BSP tidak boleh menutup diri terhadap peluang investasi. Menurutnya, industri migas membutuhkan modal yang besar sehingga kemitraan dengan pihak ketiga menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan perusahaan.

"Investasi di sektor migas membutuhkan modal yang sangat besar. Regulasi untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga sudah disiapkan pada masa transisi dan harus segera dilanjutkan," katanya.

Afni mengaku optimistis putra-putri daerah mampu mengelola perusahaan migas tersebut secara profesional. Namun, kepercayaan yang telah diberikan harus dibuktikan melalui peningkatan kinerja dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

"Hari ini semua mata tertuju kepada BSP. Mampu atau tidak putra-putri Riau mengelola perusahaan migas ini. Saya yakin kita mampu. Jangan sampai kesempatan ini hilang karena kita tidak siap," ucapnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu menegaskan BSP didirikan untuk mengelola potensi sumber daya alam daerah sekaligus meningkatkan PAD. Setelah melewati berbagai tantangan, perusahaan tersebut kini kembali menjadi salah satu penopang keuangan daerah.

"Di tengah tekanan fiskal nasional, perusahaan ini mampu memberikan dividen yang sangat berarti bagi Kabupaten Siak," katanya.

Afni juga menyoroti tingginya biaya produksi BSP yang masih berada pada kisaran 95 hingga 97 persen. Menurutnya, efisiensi harus menjadi fokus utama agar keuntungan perusahaan dapat terus meningkat.

"Bagi kami, yang paling penting adalah dividen meningkat. Tahun ini Kabupaten Siak menerima dividen sekitar Rp100 miliar. Dahulu, pada masa Bupati Arwin, BSP pernah menyumbangkan dividen lebih dari Rp300 miliar. Dana itulah yang membangun Jembatan Siak, jalan-jalan, perkantoran, dan berbagai infrastruktur daerah," ujarnya.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Direktur Robi Junipa, BSP kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, serta mampu meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan dividen secara berkelanjutan.

Selain itu, Afni meminta manajemen BSP menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, SKK Migas, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jaringan pipa migas.

"Segera putuskan langkah terbaik terkait pembangunan pipa agar biaya angkut dapat ditekan dan produksi meningkat," pungkas Afni.(Lin)