Kolaborasi Yang Baik, Lapas Bengkalis dan Mabes Polri Ungkap Pelaku Peredaran Narkoba

Dahari 9 Jul 2026, 00:03
Kolaborasi Yang Baik, Lapas Bengkalis dan Mabes Polri Ungkap Pelaku Peredaran Narkoba
Kolaborasi Yang Baik, Lapas Bengkalis dan Mabes Polri Ungkap Pelaku Peredaran Narkoba

RIAU24.COM - Keberhasilan besar kembali dicapai berkat kerjasama serta kolaborasi kuat dan terpadu antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis bersama Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Dalam hal ini, tim Mabes Polri dibantu Lapas IIA Bengkalis sukses membongkar jaringan peredaran gelap narkotika skala internasional yang beroperasi di wilayah Bengkalis, Minggu 5 Juli 2026.
 
Berkat ketelitian dan pertukaran informasi yang baik antar instansi, petugas berhasil mengamankan kurir darat bernama Muhammad Syahril lengkap dengan barang bukti narkotika yang disita.

Hasil dari penyelidikan bahwa menunjukkan barang terlarang tersebut diselundupkan dari Malaysia masuk ke wilayah melalui jalur laut Bengkalis.
 
Kemudian, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap fakta penting bahwa alur peredaran ini ternyata dikoordinir dari dalam lingkungan pemasyarakatan, yaitu atas perintah seorang narapidana (Napi) berinisial SAF alias Omo.

Tersangka kurir sendiri dijanjikan imbalan sebesar Rp110 juta untuk mengantarkan barang haram tersebut ke wilayah Pelalawan.
 
Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata penguatan sistem pengawasan dan keamanan yang terus diperbaiki pihak Lapas Bengkalis.

“Kerja sama dengan Polri adalah komitmen kami untuk memutus segala akses yang berusaha merusak ketertiban di dalam maupun luar lingkungan Lapas," ujar Priyo Tri Laksono, Kamis 9 Juli 2026.

"Kami tidak akan pernah memberi ruang bagi pelanggaran. Siapa pun yang kedapatan dan terbukti bersalah, akan kami usut tuntas dan kami proses secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya lagi.
 
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga berjalan efektif dalam menjaga keamanan masyarakat.

Hingga saat ini, tim gabungan Lapas Bengkalis dan Mabes Polri terus berkoordinasi serta memperluas penyelidikan untuk memburu seluruh jaringan lain yang masih berkaitan dengan kasus ini, agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga sepenuhnya.