Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan

Lina 11 Jul 2026, 18:56
Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan
Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan

RIAU24.COM - SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak akan terus mendampingi petani dan nelayan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan lahan, akses permodalan, hingga pemasaran hasil produksi. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

 

Komitmen tersebut disampaikan Afni saat melantik 60 pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak periode 2026–2031 di Balairung Datuk Empat Suku, Rumah Rakyat, Sabtu (11/7/2026).

 

Pelantikan dirangkai dengan sarasehan yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan sektor pertanian dan perikanan. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Siak Syamsurizal, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Siak, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Gizi Nasional (BGN), BUMD, Baznas, pelaku usaha, para camat, serta jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Siak.

 

Afni mengatakan forum dialog sengaja digelar agar pemerintah memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang dihadapi petani dan nelayan, sehingga kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

"Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, bukan hanya urusan pemerintah daerah. Karena itu saya mengundang semua pihak. KTNA adalah mitra strategis pemerintah. Kita harus banyak mendengar dan mendampingi karena masih banyak urusan petani dan nelayan yang harus kita selesaikan bersama," kata Afni.

 

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Siak akan menyusun kebijakan pembangunan pertanian berdasarkan data yang akurat. Untuk itu, BPS dilibatkan dalam forum tersebut guna memaparkan data sebagai dasar penyusunan program yang lebih terarah dan berbasis kondisi riil di lapangan.

 

Meski dihadapkan pada keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Afni memastikan sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan karena memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

 

"Urusan petani dan nelayan itu urusan rakyat kita setiap hari yang harus kita jaga. Petani gak bisa jalan sendiri. KTNA Siak tidak berjalan sendiri, kami akan membersamai. Kalau petani kita kenapa-kenapa, seperempat Kabupaten Siak bisa terguncang ekonominya," ujarnya.

 

Dalam sesi dialog, petani menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan lahan, sulitnya akses permodalan, hingga pemasaran hasil panen. Menanggapi hal tersebut, Afni menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

 

Ia juga berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi pasar potensial bagi produk pertanian dan perikanan lokal, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani dan nelayan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

 

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Siak Dannyanto Keleka Bediona mengatakan hasil sarasehan akan menjadi dasar penyusunan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan. Program tersebut mencakup pengembangan petani milenial, pemetaan kebutuhan petani di setiap kecamatan, serta penguatan kolaborasi dalam penyelesaian persoalan lahan, permodalan, dan pemasaran hasil pertanian.

 

"Kami akan menjadikan seluruh masukan yang diterima hari ini sebagai dasar penyusunan program kerja KTNA. Kami juga akan memfasilitasi dialog secara berkala agar setiap persoalan petani di kecamatan dapat segera ditindaklanjuti bersama pemerintah dan pihak terkait," ujar Dannyanto.

 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Siak juga menyerahkan 70 unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di Kabupaten Siak.

 

Bantuan tersebut terdiri atas 20 unit pompa air diesel portable 4 inci, 5 unit pompa air diesel 4 inci, 10 unit pompa air diesel 6 inci, 5 unit traktor roda empat, 17 unit traktor roda dua, 4 unit combine harvester, 3 unit rotavator, serta 6 unit power thresher. Bantuan itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Siak.(Lin)