Jelajahi Kota Siak, UAS hingga Kapolda Riau Kagumi Sejarah Kesultanan

Lina 13 Jul 2026, 17:22
Jelajahi Kota Siak, UAS hingga Kapolda Riau Kagumi Sejarah Kesultanan
Jelajahi Kota Siak, UAS hingga Kapolda Riau Kagumi Sejarah Kesultanan

RIAU24.COM - SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli mendampingi Ustaz Abdul Somad (UAS), Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam kegiatan touring sepeda motor mengelilingi sejumlah situs bersejarah di Kota Siak Sri Indrapura, Riau.

Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan itu memadukan silaturahmi, wisata sejarah, sekaligus promosi kekayaan budaya dan warisan Kesultanan Siak. Rombongan mengunjungi sejumlah ikon daerah, mulai dari Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Istana Asserayah Hasyimiyah, tepian Sungai Siak, Masjid Syahabuddin, hingga kompleks makam Sultan Syarif Kasim II.

Di Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, rombongan menaiki lift menuju puncak jembatan untuk menikmati panorama Sungai Siak dari ketinggian. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Bupati Afni untuk menjelaskan nilai sejarah sungai yang dahulu menjadi jalur perdagangan sekaligus benteng pertahanan alami Kesultanan Siak.

Menurut Afni, karakter Sungai Siak yang berkelok-kelok memberikan keuntungan strategis bagi kerajaan dalam menghadapi ancaman dari luar.

"Hanya kawasan Sungai Apit yang tercatat pernah mengalami peperangan karena letaknya yang berhadapan langsung dengan laut. Selebihnya, posisi pusat pemerintahan Kesultanan Siak terlindungi oleh bentang alam sungai yang sangat strategis," ujar Afni, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, setiap tikungan Sungai Siak pada masa lalu dapat dimanfaatkan sebagai titik pertahanan maupun lokasi penyergapan terhadap musuh. Karena itu, penempatan pusat pemerintahan Kesultanan Siak dinilai mencerminkan perencanaan yang matang, baik dari sisi pertahanan maupun jalur perdagangan.

Usai mengunjungi sejumlah objek bersejarah, rombongan melaksanakan salat di Masjid Syahabuddin sebelum melanjutkan ziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Kesultanan Siak yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa dan pengabdiannya kepada Republik Indonesia.

Ustaz Abdul Somad mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, touring itu bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Siak.

"Alhamdulillah, selain bersilaturahmi, kami juga dapat melihat langsung jejak sejarah Kesultanan Siak. Semoga warisan sejarah ini terus dijaga dan menjadi pembelajaran bagi generasi mendatang," kata UAS.

Di kompleks makam Sultan Syarif Kasim II, rombongan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang dikenal menyerahkan sebagian besar kekayaan Kesultanan Siak untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan touring kemudian ditutup dengan makan siang bersama di tepian Sungai Siak sambil menikmati durian, menambah keakraban antara para tokoh yang hadir sekaligus menjadi momentum mempromosikan potensi sejarah dan pariwisata Kabupaten Siak kepada masyarakat luas.(Lin)