Bupati Afni: Menjaga Siak Sama dengan Menjaga Ketahanan Energi Indonesia

Lina 29 Jul 2026, 20:06
Bupati Afni: Menjaga Siak Sama dengan Menjaga Ketahanan Energi Indonesia
Bupati Afni: Menjaga Siak Sama dengan Menjaga Ketahanan Energi Indonesia

RIAU24.COM - PEKANBARU – Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si menegaskan bahwa Kabupaten Siak memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Sarasehan Pasis Seskoau A-65 bertema "Meneguhkan Nilai-Nilai Kejuangan dalam Mewujudkan Pertahanan Energi Guna Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh" di Hotel Jatra Pekanbaru, Rabu (29/7/2026).

Di hadapan lebih dari seratus peserta yang terdiri atas perwira TNI AU, TNI AD, Polri, dan peserta pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Afni menjelaskan bahwa ketahanan energi merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional.

Menurutnya, negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh kekuatan pertahanan, tetapi juga harus memiliki sektor energi dan industri yang tangguh. Generasi saat ini, katanya, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.

"Sebagai kepala daerah, saya merasakan langsung tantangan menjaga ketahanan energi di tengah dinamika global. Daerah penghasil energi memiliki tanggung jawab besar sekaligus harapan agar kekayaan alam yang dimiliki benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Afni.

Dalam paparannya, Afni juga mengangkat sejarah Kerajaan Siak yang secara sukarela menyerahkan harta, tahta, hingga sumber-sumber minyak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, warisan sejarah tersebut menjadi bukti besarnya kontribusi Siak dalam perjalanan ketahanan energi nasional.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu menilai Riau, khususnya Siak, merupakan salah satu pilar utama penyedia energi Indonesia. Karena itu, daerah penghasil minyak memiliki arti strategis yang harus dijaga bersama.

"Riau adalah jantung ketahanan energi Indonesia. Jika terjadi gangguan terhadap daerah penghasil energi, dampaknya akan dirasakan secara nasional. Menjaga Siak sama dengan menjaga ketahanan energi nasional," tegasnya.

Afni juga menyoroti keberadaan lapangan minyak Minas di Kecamatan Minas yang dikelola Pertamina Hulu Rokan sebagai salah satu pusat produksi minyak nasional. Selain itu, Kabupaten Siak juga menjadi pemegang saham terbesar PT Bumi Siak Pusako (BSP), BUMD yang bergerak di sektor energi.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Riau merupakan salah satu daerah dengan potensi energi terbesar di Indonesia.

Ia menjelaskan, Riau memiliki perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 3,87 juta hektare atau sekitar 21,23 persen dari total luas perkebunan sawit nasional. Dari luasan tersebut, Riau mampu memproduksi sekitar 9,4 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun atau sekitar 20,11 persen dari produksi nasional.

Di sektor minyak dan gas bumi, produksi Riau mencapai sekitar 131.040 hingga 151.550 barel per hari (BOPD), atau berkontribusi sekitar 24–30 persen terhadap produksi minyak nasional.

Selain itu, keberadaan Kilang Pertamina RU II Dumai dengan kapasitas pengolahan sekitar 170 ribu barel per hari atau 16,5 persen dari kapasitas nasional semakin memperkuat posisi Riau sebagai salah satu penyangga utama ketahanan energi Indonesia.

SF Hariyanto juga menekankan bahwa letak geografis Riau di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadikan provinsi ini memiliki nilai strategis sebagai pusat distribusi energi dan ekspor komoditas nasional.

Dengan potensi sumber daya alam, infrastruktur energi, dan posisi geografis yang dimiliki, Riau dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi sekaligus memperkuat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Lin)