Menghidupkan Kembali Denyut Perikanan Rokan Hilir Lewat Kampung Patin PHR

Devi 5 Aug 2026, 11:13
Menghidupkan Kembali Denyut Perikanan Rokan Hilir Lewat Kampung Patin PHR
Menghidupkan Kembali Denyut Perikanan Rokan Hilir Lewat Kampung Patin PHR

RIAU24.COM - Dulu, nama Bagansiapiapi dikenal hingga mancanegara sebagai salah satu kota perikanan terbesar di dunia. Pada 1928, catatan surat kabar *De Indische Mercuur* menyebut wilayah ini sebagai kota penghasil ikan terbesar kedua dunia setelah Bergen, Norwegia.

Namun, kejayaan itu perlahan meredup. Perubahan kondisi perairan, tantangan ekonomi, serta menurunnya produktivitas perikanan membuat sektor yang pernah menjadi tulang punggung masyarakat pesisir Rokan Hilir mengalami tekanan.

Kini, harapan untuk membangkitkan kembali sektor perikanan mulai tumbuh dari Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko. Melalui pengembangan Kampung Patin, masyarakat setempat mulai diarahkan untuk membangun sumber ekonomi baru berbasis budidaya ikan air tawar.

Program yang digagas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan bersama SKK Migas ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengubah potensi lahan menjadi peluang usaha produktif.

Tidak hanya membangun kolam budidaya, program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem usaha perikanan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau sebagai mitra penguatan kapasitas masyarakat.

 Dari Nelayan Tangkap Menuju Pembudidaya Mandiri

Bagi sebagian masyarakat Parit Aman, budidaya ikan patin menjadi pengalaman baru. Selama ini, sebagian warga lebih banyak menggantungkan penghasilan dari aktivitas perikanan tangkap yang menghadapi berbagai tantangan.

Melalui Kampung Patin, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru sekaligus membangun sumber pendapatan yang lebih stabil.

Manager CSR PHR WK Rokan, Pandjie Galih Anoraga, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.

"Melalui Program Kampung Patin, kami ingin memberdayakan masyarakat nelayan agar memiliki kompetensi dalam budidaya ikan sekaligus memperoleh sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat menjadi salah satu langkah untuk mengembalikan kejayaan sektor perikanan di Rokan Hilir," ujar Pandjie.

Sejak mulai diinisiasi pada 2023, program ini telah melibatkan 10 kelompok pembudidaya ikan patin. Setiap kelompok terdiri dari 10 kepala keluarga, sehingga total sekitar 100 keluarga memperoleh manfaat langsung dari pengembangan Kampung Patin.

 Membangun Ekosistem Bisnis Perikanan

Pengembangan Kampung Patin tidak berhenti pada penyediaan bibit ikan. PHR memberikan dukungan dari hulu hingga hilir agar masyarakat mampu menjalankan usaha secara mandiri.

Dukungan tersebut mencakup pembangunan rumah pakan, penyediaan mesin produksi pakan, bahan baku pakan, benih ikan patin, pakan awal, penataan kolam, mesin penyedot lumpur, hingga pelatihan teknis dan pendampingan pengelolaan usaha.

Pendekatan tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu menjadi pelaku usaha perikanan yang memiliki kemampuan produksi dan manajemen bisnis.

PHR berharap Kampung Patin Parit Aman dapat berkembang menjadi sentra budidaya ikan patin baru di Riau. Model ini juga mengacu pada keberhasilan Kampung Patin Desa Koto Mesjid di Kabupaten Kampar yang sebelumnya menjadi salah satu program binaan PHR.

Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Desa

Pengembangan Kampung Patin dilakukan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan perusahaan, pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Rokan Hilir saat itu, Afrizal Sintong, mengapresiasi dukungan PHR dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui sektor perikanan.

Menurutnya, Rokan Hilir memiliki banyak lahan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan budidaya produktif sehingga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kita memiliki banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Upaya seperti ini penting karena tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha dan berbagai pihak," ujarnya.

Ia juga mendorong kelompok pembudidaya untuk mengelola usaha secara profesional agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan keuntungan berkelanjutan.

Harapan Baru dari Kolam-Kolam Patin

Bagi Rokan Hilir, Kampung Patin bukan sekadar program budidaya ikan. Lebih jauh, program ini menjadi upaya menghidupkan kembali identitas daerah sebagai kawasan yang memiliki hubungan kuat dengan sektor perikanan.

Dengan peningkatan kapasitas pembudidaya, dukungan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan, Kampung Patin Parit Aman diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru di tingkat desa.

Dari kolam-kolam sederhana yang dikelola masyarakat, muncul harapan baru: mengembalikan kejayaan perikanan Rokan Hilir sekaligus membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi pesisir yang lebih mandiri dan berkelanjutan. ***