Dari Kain Polos Menjadi Karya Bernilai, PHR Dorong UMKM Batik Dumai Tumbuh Lebih Mandiri

Devi 27 Nov 2025, 11:23
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada 25 November 2025 dan dihadiri oleh Ardi selaku Lurah Teluk Binjai serta R Muhammad Wildan sebagai perwakilan Officer CID PT Pertamina Hulu Rokan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada 25 November 2025 dan dihadiri oleh Ardi selaku Lurah Teluk Binjai serta R Muhammad Wildan sebagai perwakilan Officer CID PT Pertamina Hulu Rokan.

RIAU24.COM - Di sebuah sudut Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, suara gesekan canting dan aroma khas malam batik perlahan menjadi tanda tumbuhnya harapan baru. Di tangan para perempuan yang tergabung dalam Kelompok UMKM PKK Dumai, selembar kain tidak hanya diubah menjadi batik, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi keluarga.

Bagi kelompok ini, membatik bukan sekadar aktivitas kreatif. Setiap motif yang lahir membawa cerita tentang kerja keras, semangat belajar, dan upaya masyarakat untuk membangun usaha yang lebih mandiri.

Melihat potensi tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memberikan dukungan melalui program Community Involvement & Development (CID) dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana membatik kepada Kelompok UMKM PKK Dumai. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal di wilayah operasionalnya.

Bantuan yang diserahkan pada 25 November 2025 tersebut mencakup berbagai peralatan produksi, mulai dari kompor api seribu, kompor listrik, cap batik, gawangan, kanopi, jemuran batik, rak display, canting, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Penyerahan bantuan dihadiri oleh Ardi selaku Lurah Teluk Binjai serta R Muhammad Wildan sebagai perwakilan Officer CID PT Pertamina Hulu Rokan.

Peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi kelompok, memperbaiki efisiensi kerja, sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk batik yang dihasilkan.

Bagi pelaku UMKM, peningkatan kapasitas usaha tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga dukungan fasilitas yang memadai. Keterbatasan alat produksi sering kali menjadi tantangan ketika permintaan meningkat atau ketika pelaku usaha ingin menjaga standar kualitas produk.

Melalui bantuan peralatan membatik ini, PHR berupaya menjawab kebutuhan tersebut dengan memperkuat fondasi usaha kelompok.

Perwakilan Officer CID PT Pertamina Hulu Rokan, R. Muhammad Wildan, berharap fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas kelompok.

“Kami berharap peralatan membatik yang telah diberikan dapat menunjang peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Selain itu, peralatan yang masih layak pakai agar tetap dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung produktivitas kelompok,” ujarnya.

Dukungan tersebut tidak hanya berhenti pada penyediaan alat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Kolaborasi Mendorong Ekonomi Lokal

Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, masyarakat memiliki peluang untuk menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus menjaga keberlanjutan produk kreatif daerah.

Lurah Teluk Binjai, Ardi, mengapresiasi perhatian dan kontribusi PHR terhadap pengembangan UMKM di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina Hulu Rokan atas bantuan yang diberikan kepada Kelompok PKK Dumai. Semoga dukungan ini dapat meningkatkan kualitas produk batik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan dari dunia usaha menjadi salah satu faktor penting agar pelaku UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Bagi Kelompok UMKM PKK Dumai, bantuan peralatan membatik menjadi langkah baru untuk memperluas peluang usaha. Dengan fasilitas yang lebih baik, kelompok ini memiliki kesempatan untuk meningkatkan produksi, memperkuat kualitas produk, serta memperkenalkan batik karya masyarakat Dumai kepada pasar yang lebih luas.

Pengembangan UMKM seperti ini sejalan dengan upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Ketika usaha kecil tumbuh, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

Melalui program CID, PHR terus mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mengembangkan potensi lokal dan membangun usaha yang lebih mandiri.

Dari selembar kain yang sederhana, kini tumbuh cerita tentang kreativitas, kerja keras, dan harapan. Batik Dumai bukan hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga simbol bahwa dengan dukungan dan kolaborasi, ekonomi masyarakat dapat terus berkembang. ***