Sempat Vakum Setahun, Festival Siak Bermadah Kembali Digelar 2026

Lina 11 Aug 2026, 19:07
Sempat Vakum Setahun, Festival Siak Bermadah Kembali Digelar 2026
Sempat Vakum Setahun, Festival Siak Bermadah Kembali Digelar 2026

RIAU24.COM - SIAK – Setelah sempat vakum selama setahun, Festival Siak Bermadah kembali digelar di Kabupaten Siak pada 2026. Kembalinya event budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Melayu Siak tersebut menjadi kabar baik bagi pelestarian kebudayaan daerah.

Siak Bermadah bukanlah kegiatan kebudayaan yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir. Festival ini telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Melayu Siak sejak puluhan tahun silam, bahkan ketika Siak masih berstatus sebagai kecamatan di bawah Kabupaten Bengkalis.

Tidak digelarnya Siak Bermadah pada 2025 sempat menjadi perhatian sejumlah tokoh dan masyarakat. Pasalnya, agenda tersebut selama ini telah melekat sebagai salah satu identitas kebudayaan masyarakat Siak.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Siak memastikan Festival Siak Bermadah kembali masuk dalam agenda kebudayaan. Menariknya, pelaksanaan kegiatan tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak, melainkan mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, dukungan pemerintah pusat tersebut diperoleh setelah Pemkab Siak mengusulkan sejumlah program kebudayaan.

Sedikitnya terdapat 13 kegiatan kebudayaan di Kabupaten Siak yang mendapat dukungan pendanaan melalui APBN pada tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang insyaallah didanai APBN, termasuk Festival Siak Bermadah yang sebelumnya sempat kita efisiensikan,” kata Afni saat membuka kegiatan kebudayaan di Balairung Sri, Selasa (11/8/2026).

Menurut Afni, terdapat dua event utama yang akan kembali dilaksanakan pada tahun ini, yakni Festival Sastra dan Festival Siak Bermadah.

Kedua kegiatan tersebut, kata dia, akan tetap dilaksanakan tanpa membebani anggaran daerah.

“Tahun ini ada dua event yaitu Festival Sastra dan Festival Siak Bermadah, insyaallah akan kita laksanakan dan dananya tidak dari APBD,” ujarnya.

Kembalinya Festival Siak Bermadah diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan seni, sastra, musik, tari dan berbagai tradisi Melayu yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan dukungan pemerintah pusat tersebut, Pemkab Siak juga berupaya memastikan kegiatan kebudayaan tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Festival Siak Bermadah sekaligus menjadi momentum untuk kembali menghidupkan salah satu identitas budaya yang telah lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Siak.(Lina)