Dari Pawai hingga Pentas Seni, Anak-anak TK Pembina Mempura Meriahkan HUT RI

Lina 15 Aug 2026, 18:39
Pesona Budaya Nusantara, TK Negeri Pembina Mempura Meriahkan HUT RI ke-81
Pesona Budaya Nusantara, TK Negeri Pembina Mempura Meriahkan HUT RI ke-81

RIAU24.COM -SIAK — Sungguh manis si buah labu, labu terisi hai mutiara. Assalamu’alaikum bapak dan ibu, sambutlah salam dari TK Negeri Pembina Mempura.

Semangat kemerdekaan terasa begitu meriah melalui kreativitas dan keceriaan keluarga besar TK Negeri Pembina Mempura dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Pesona Budaya Nusantara dalam Semangat Kemerdekaan, Cinta Budaya Sejak Dini, Bukti Cinta pada Negeri”, TK Negeri Pembina Mempura menghadirkan pawai budaya yang mengangkat keberagaman Nusantara dalam semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.

TK Negeri Pembina Mempura yang berada di Jalan Padat Karya, Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, senantiasa berperan aktif dalam memajukan pendidikan anak usia dini. Keberagaman latar belakang budaya yang ada menjadi kekuatan bagi para pendidik untuk bersama-sama mengemban amanah dalam mempersiapkan generasi emas penerus bangsa.

Pawai budaya tersebut diikuti sebanyak 141 peserta, terdiri dari 90 siswa, 11 guru, dan 40 wali murid.

Koordinator Pawai Budaya TK Negeri Pembina Mempura, Fatimah Azzahara, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini.

«“Melalui pawai budaya ini, kami ingin anak-anak mengenal bahwa Indonesia memiliki begitu banyak budaya yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan untuk dipisahkan, tetapi justru menjadi kekayaan yang harus kita kenalkan, cintai, dan lestarikan sejak dini,” ujar Fatimah.»

Pawai diawali dengan barisan budaya Melayu sebagai representasi budaya daerah tempat TK Negeri Pembina Mempura berpijak, yakni Bumi Melayu Siak. Barisan Melayu menampilkan busana adat pengantin dan busana Melayu harian, tanjak, tepak sirih, tepung tawar, telur merah, kompang, serta berbagai ornamen khas Melayu.

Berikutnya hadir barisan budaya Jawa dengan keanggunan kebaya, batik, beskap, dan blangkon. Berbagai simbol budaya seperti gunungan, wayang, janur, dan tumpeng turut ditampilkan sebagai gambaran kekayaan seni dan tradisi Jawa.

Barisan selanjutnya menampilkan budaya Minang, dengan kemegahan busana adat, suntiang, dan junjuang sebagai bagian dari tradisi masyarakat Minangkabau.

Kemudian budaya Batak turut mewarnai pawai dengan pakaian adat, ulos, serta ikan arsik yang dikenal sebagai salah satu makanan khas Batak.

Semarak pawai kemudian dilanjutkan dengan barisan anak-anak yang mengenakan busana berbagai profesi. Penampilan tersebut menggambarkan cita-cita dan impian anak-anak untuk menjadi generasi yang memiliki masa depan cemerlang.

Kemeriahan semakin terasa dengan keterlibatan 40 wali murid yang turut serta membersamai anak-anak sepanjang pawai. Mengenakan busana bernuansa merah putih, para wali murid berjalan bersama, memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak.

Kehadiran para wali murid menjadi bentuk nyata sinergi antara sekolah dan keluarga. Orang tua tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menciptakan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam mengenal budaya dan merayakan kemerdekaan.

Usai mengikuti pawai, kemeriahan berlanjut di Pendopo Datuk Empat Suku. Anak-anak TK Negeri Pembina Mempura kembali menunjukkan keberanian dan kreativitas mereka melalui sejumlah pertunjukan.

Di hadapan para tamu dan undangan, anak-anak menampilkan pertunjukan hulahup, pembacaan puisi, serta drama bertema “Tolong-Menolong” yang mengajarkan nilai kepedulian dan kebersamaan sejak usia dini.

Kegiatan tersebut turut diramaikan anak-anak dari TK Bina Kasih yang ikut tampil menghibur. Suasana semakin semarak dengan kehadiran anak-anak yang mengikuti kegiatan mewarnai dari Kecamatan Koto Gasib dan Dayun.

Penampilan polos dan penuh percaya diri anak-anak tersebut berhasil mencuri perhatian para tamu yang hadir. Ibu Wakil Bupati Siak, Siti Sarifah, bersama sejumlah unsur pemerintah dan asisten turut menyaksikan serta menikmati penampilan anak-anak.

Momen tersebut menjadi bagian istimewa dari rangkaian perayaan kemerdekaan, karena anak-anak mendapatkan kesempatan untuk tampil, berekspresi, sekaligus menunjukkan potensi mereka di hadapan masyarakat dan para pemangku kepentingan daerah. Informasi mengenai Siti Sarifah sebagai istri Wakil Bupati Siak Syamsurizal juga tercantum dalam pemberitaan Pemkab Siak.

Kepala TK Negeri Pembina Mempura, Nurleily, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, siswa, dan wali murid yang telah bersama-sama mempersiapkan dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

«“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat antusiasme anak-anak, guru, serta wali murid. Kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal budaya Indonesia, berani tampil, dan mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan,” ujar Nurleily.»

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus menanamkan rasa percaya diri, cinta budaya, kepedulian, dan semangat persatuan.

Keempat budaya yang ditampilkan, yakni Melayu, Jawa, Minang, dan Batak, bukan sekadar menunjukkan perbedaan, melainkan menggambarkan bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa Indonesia.

Melalui pawai dan pertunjukan seni tersebut, anak-anak diajak mengenal, mencintai, menghargai, dan melestarikan warisan budaya Nusantara sejak usia dini.

Melayu, Jawa, Minang, dan Batak berpadu dalam satu langkah, satu semangat, dan satu Indonesia.

Di penghujung penampilan, keluarga besar TK Negeri Pembina Mempura turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Siak atas perhatian terhadap peningkatan sarana pendidikan melalui revitalisasi sekolah.

«“Ramai anak bermain titi, titi dibuat dari besi. Terima kasih Ibu Bupati, TK kami dah cantik karena revitalisasi.”»

Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan, tetapi juga melalui pendidikan, kebersamaan, pelestarian budaya, serta penanaman nilai cinta tanah air kepada generasi penerus bangsa.(Lina lestari)