Desakan Investasi Berujung pada Kesejahteraan

Azhar 15 Aug 2026, 20:24
Ilustrasi investasi. Sumber: Internet
Ilustrasi investasi. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Peneliti Ekonomi GREAT Institute Trisha Devita menilai Pertumbuhan ekonomi dan investasi harus mengarah kepada kesejahteraan masyarakat.

Artinya, pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pembangunan, dikutip dari rmol.id, Sabtu 15 April 2026.

"Pidato Presiden memberi pesan yang cukup jelas bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti sebagai angka makro. Investasi harus menciptakan pekerjaan, kekayaan negara harus memberi manfaat kepada masyarakat, dan kebijakan ekonomi harus menjawab persoalan konkret rakyat," ujarnya.

Tambahnya, kecepatan implementasi perlu diikuti dengan penguatan tata kelola.

Serta peningkatan kualitas data, koordinasi antarinstansi, dan evaluasi kebijakan.

Dari sisi makroekonomi, dia mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. 

Sementara pada semester I 2026, investasi mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. 

Ekonomi Indonesia juga disebut 5,45 persen secara tahunan pada semester I 2026.