Persamaan Malaria dengan Harga Minyak Dunia
RIAU24.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengaku heran dengan fluktuasi harga minyak dunia yang turun-naikknya begitu cepat.
Hal ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global yang tidak menentu, dikutip dari inilah.com, Rabu 19 Agustus 2026.
Dia bahkan melihat adanya pola serupa antara ketidakpastian harga minyak dan gejala demam malaria.
"Harga minyak dunia saya umpamakan seperti orang sakit malaria. Pagi bisa turun, malam bisa naik. Tiga hari turun, tujuh hari naik," ujarnya.
Dia yakin, hal ini dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Akses jalur logistik di Selat Hormuz amat menentukan arah pergerakan harga minyak.
"Tergantung kesepakatan dan isu yang berkembang, siapa yang menguasai Selat Hormuz, serta apakah jalur itu ditutup atau dibuka," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Bahlil menyebut banyak negara kini berfokus memperkuat ketahanan energi internal masing-masing.
Langkah serupa juga terus ditempuh oleh pemerintah Indonesia.
"Bayangkan jika hampir seluruh dunia menggantungkan hidupnya pada sektor energi hanya karena kondisi Selat Hormuz. Di mana letak kedaulatan dan kemerdekaan suatu bangsa, termasuk Indonesia?" sebutnya.