Melihat Langkah Gus Salam Jelang Muktamar NU

Azhar 20 Aug 2026, 12:32
KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam. Sumber: CNN Indonesia
KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam. Sumber: CNN Indonesia

RIAU24.COM - Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Nyai Hj. Muflichah Shohib menyebut langkah KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam menuju bursa calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 berlanjut dengan melakukan sowan kepada para ulama dan sesepuh pesantren. 

Menurutnya, meminta doa, nasihat, dan restu merupakan bagian dari ikhtiar sekaligus adab untuk memastikan perjuangannya tetap berakar pada tradisi pesantren dan semangat khidmah NU, dikutip dari rmol.id, Kamis 20 Agustus 2026.

Gus Salam memulainya dari lingkungan pesantren yang memiliki hubungan historis dengan perjalanan Nahdlatul Ulama. 

Salah satu dukungan penting datang dari keluarga besar Bani Bishri Syansuri.

Dalam pertemuan keluarga di ndalem kasepuhan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Gus Salam memperoleh izin dan restu untuk melanjutkan ikhtiar maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Nyai Hj. Muflichah Shohib, menyampaikan bahwa restu dari keluarga merupakan bentuk amanah untuk meneruskan nilai perjuangan para muassis NU.

"ni bukan sekadar restu, tetapi amanah untuk menjaga NU, menjaga ideologi, tradisi, dan umat," sebutnya.

Gus Salam melanjutkan komunikasi dengan jaringan pesantren lain, termasuk para kiai di Pondok Pesantren Lirboyo dan Al-Falah Ploso, Kediri. 

Jejak silaturahmi Gus Salam kemudian meluas hingga ke Jawa Timur dengan menemui sejumlah ulama sepuh seperti KH. Anwar Manshur Lirboyo, KH. Kafabihi Mahrus Lirboyo, KH. Kholil As’ad Situbondo, KH. Fuad Nurhasan Sidogiri, KH. Miftachul Akhyar, serta KH. Abdul Hannan Kediri.

Di Jawa Tengah, Gus Salam bersilaturahmi dengan para kiai di kawasan Sarang, Rembang, termasuk KH Ubaidillah Shodaqoh dan para pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ulum Asy-Syar’iyyah.