Siak Nihil Titik Api, Bupati Afni Perintahkan Satgas Karhutla Siaga 24 Jam

Lina 24 Aug 2026, 15:21
Siak Nihil Titik Api, Bupati Afni Perintahkan Satgas Karhutla Siaga 24 Jam
Siak Nihil Titik Api, Bupati Afni Perintahkan Satgas Karhutla Siaga 24 Jam

RIAU24.COM - Siak — Kabupaten Siak, Riau, masih berhasil mempertahankan kondisi nihil titik api (zero firespot) hingga Minggu (23/8/2026). Meski belum ditemukan kebakaran yang berkembang di wilayah Siak, Pemerintah Kabupaten Siak justru memperketat kewaspadaan menyusul musim kering yang diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.

Bupati Siak Afni Zulkifli meminta seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) untuk meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan selama 24 jam.

Instruksi tersebut diberikan setelah sebelumnya terpantau sekitar lima hingga enam titik yang terindikasi sebagai hotspot berdasarkan pemantauan satelit. Tim di lapangan langsung melakukan pengecekan dan penanganan sehingga titik-titik tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran besar.

“Alhamdulillah, beberapa titik yang tadinya diduga hotspot atau firespot, kalau ada yang kecil sudah dapat dipadamkan dan yang lain juga dapat dikendalikan. Namun demikian seluruh tim Satgas Karhutla lintas instansi tetap mewaspadai Karhutla 24 jam,” kata Afni, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kondisi Siak yang masih nihil titik api tidak terlepas dari kewaspadaan serta respons cepat seluruh unsur yang terlibat dalam pencegahan dan penanganan Karhutla.

Afni menegaskan, tidak boleh ada celah bagi pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Ia memastikan penegakan hukum akan dilakukan terhadap pelaku pembakaran.

“Tidak ada toleransi apa pun terhadap para pelaku pembakar hutan, baik di kawasan hutan maupun di kawasan APL,” tegasnya.

Ia menyebut, sebagian besar kejadian Karhutla masih dipicu aktivitas manusia, salah satunya pembukaan lahan dengan cara membakar. Karena itu, upaya pencegahan tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga pengawasan dan edukasi hingga penegakan hukum.

Pemkab Siak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat koordinasi untuk memastikan potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Waspadai Asap Kiriman

Meski kondisi Karhutla di Siak masih terkendali, ancaman kabut asap tetap menjadi perhatian. Kualitas udara di wilayah Siak saat ini berada dalam kategori sedang. Namun, asap kiriman dari daerah sekitar yang masih mengalami kebakaran tetap berpotensi memengaruhi kondisi udara di Siak.

“Kita berpotensi terdampak asap kiriman dari daerah sekitar yang masih mengalami kebakaran seperti Pelalawan yang memiliki titik firespot. Karena itu, kita tetap meningkatkan kewaspadaan jika terjadi kabut asap tebal,” ujar Afni.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ia meminta seluruh unsur Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Kepolisian, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta pemadam api perusahaan di Kabupaten Siak untuk terus berkomunikasi, melakukan patroli dan pemantauan secara rutin.

“Walaupun tidak ada kebakaran di wilayah Siak, tetap harus waspada karena musim kering masih lama dan panjang,” katanya.

Pantau Lahan Gambut, Perkuat Pencegahan

Kewaspadaan juga diarahkan pada kawasan lahan gambut. Bupati Afni dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT), termasuk di Kecamatan Minas dan Tualang, yang mulai menunjukkan tingkat kewaspadaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Siak memastikan kondisi lahan gambut tetap terpantau, terutama di tengah musim kering yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Tidak hanya itu, Afni juga akan menggelar rapat besar pada Selasa mendatang dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, Pemerintah Provinsi Riau, lembaga vertikal, Manggala Agni, organisasi masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka hingga berbagai elemen lainnya.

Konsolidasi lintas sektor tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem pengawasan, pencegahan dan penanganan Karhutla di Kabupaten Siak.

“Strategi yang kami lakukan di Siak adalah konsolidasi semua pihak. Kita mengeroyok bersama untuk melakukan pengawasan dan pencegahan,” pungkas Afni.

Dengan kondisi nihil titik api saat ini, Pemkab Siak memastikan kewaspadaan tidak akan dikendurkan. Pencegahan sejak dini, patroli rutin, komunikasi lintas instansi serta respons cepat menjadi kunci agar potensi Karhutla tidak berkembang dan mengancam masyarakat maupun lingkungan., (Lin)