Melihat Tokoh yang Masuk Bursa Ketum PBNU
RIAU24.COM - Perebutan kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang dipastikan semakin panas.
Hal ini karena sejumlah nama muncul dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, dikutip dari liputan6.com, Senin, 24 Agustus 2026.
Nama-nama itu lahir dari beragam latar belakang, mulai dari pengasuh pesantren, pengurus struktural NU tingkat wilayah dan pusat, menteri aktif, mantan aktivis organisasi kemahasiswaan, hingga petahana Ketua Umum PBNU.
Mereka itu diantaranya, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Lalu Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, dan Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.
Ada lagi Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.
Berikutnya Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta mantan Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi.
Sementara itu, survei yang dirilis Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) pada Maret 2026 menunjukkan konfigurasi dukungan yang belum mengerucut pada satu figur.
Dalam survei dengan 5.900 responden, nama KH Yusuf Chudlori berada di posisi ketiga dengan 17 persen, setelah KH Imam Jazuli 26,1 persen dan KH Marzuqi Mustamar 22,6 persen.
Gus Yahya memperoleh 9,8 persen, KH Zulfa Mustofa 4,6 persen, Gus Salam 4,2 persen, Nasaruddin Umar 4 persen, sedangkan Gus Rozin dan Gus Kikin masing-masing 1,3 persen.
Namun, survei tersebut bukan penentu hasil Muktamar.
Mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU tetap akan berlangsung melalui forum Muktamar dengan konfigurasi dukungan organisasi yang dapat berubah hingga menjelang proses pemilihan.