Karhutla Dayun Meluas hingga 30 Hektare, Tim Gabungan Perkuat Pemadaman dan Sekat Kanal
RIAU24.COM - SIAK — Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, masih terus berlangsung. Memasuki Sabtu (29/8/2026), tim gabungan kembali dikerahkan untuk mengendalikan api yang membakar lahan di wilayah Beruk 83, RT 022/RW 008, Dusun Pangkalan Lanjut.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±30 hektare dan berbatasan langsung dengan kawasan PT BSP Kecamatan Dayun. Penanganan dilakukan sejak sekitar pukul 11.55 WIB dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur.
Kekuatan gabungan tersebut terdiri dari 31 personel TNI, 90 personel Polri, 15 personel BPBD Kabupaten Siak, 20 personel Kecamatan Dayun/MPA, 44 personel PT Ekawana Lestari Darma, 15 personel Manggala Agni Siak, 26 personel PT BSP Siak, 10 personel BKSDA serta 7 personel PT RAPP.
Tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, berbagai sarana pemadaman juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Peralatan yang digunakan antara lain dua alat berat milik PT BSP, dua mobil Damkar TNI, satu mobil Damkar PT BSP, satu alat berat Dinas PUPR Siak, satu alat berat PT Ekawana Lestari Darma, dua mobil patroli PT BSP-Dayun, dua mesin mini stiker merek Honda milik Polres Siak, tiga mesin pemadam PT Ekawana Lestari Darma, tiga mesin pemadam PT RAPP, dua mesin pemadam BPBD Siak serta satu unit drone milik Dinas PUPR Siak.
Kanal Kering Jadi Tantangan
Penanganan Karhutla di lokasi tersebut tidak mudah. Tim gabungan menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air karena kanal-kanal di sekitar lokasi dalam kondisi kering.
Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari langkah alternatif agar kebutuhan air untuk pemadaman tetap terpenuhi. Salah satunya dengan membuat kanal sekaligus memperkuat sekat untuk menghambat pergerakan api.
Selain minimnya sumber air, cuaca panas dan hembusan angin kencang turut menjadi tantangan bagi petugas. Kondisi tersebut dapat membuat api lebih cepat menjalar sehingga pemadaman dan penyekatan harus dilakukan secara beriringan.
Meski menghadapi berbagai kendala, koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Lokasi kebakaran kini telah dikelilingi sekat kanal sebagai upaya membatasi penyebaran api.
Penanganan juga mulai memasuki tahap pendinginan untuk memastikan bara dan titik panas yang tersisa benar-benar padam serta tidak kembali memicu kebakaran.
Sinergi Diperkuat hingga Api Benar-Benar Aman
Komandan Kodim 0322/Siak terus berkoordinasi dengan Bupati Siak, BPBD Kabupaten Siak, Manggala Agni, PT BSP, PT Bim, Dinas PUPR Siak serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Dayun.
Langkah penanganan tidak hanya dilakukan dengan pemadaman, tetapi juga melalui pembuatan sekat kanal, pembangunan embung air dan berbagai upaya teknis lainnya untuk mencegah api meluas.
Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman. Hal ini penting karena pada lahan yang terbakar, terutama kawasan yang memiliki kondisi kering, bara api dapat kembali muncul apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik Manto Sinaga, warga Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Sementara penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak terkait.
Kodim 0322/Siak bersama seluruh unsur gabungan memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar terkendali.
Bagi petugas di lapangan, pekerjaan belum selesai hanya karena kobaran api mulai berkurang. Setiap titik panas harus dipastikan padam, setiap bara harus didinginkan, dan setiap jalur penyebaran harus disekat agar Karhutla tidak kembali meluas.