Benarkah Golkar Tutupi Informasi Pengunduran Diri Nusron Wahid
RIAU24.COM - Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menduga Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, beserta jajarannya menutupi pengunduran diri Nusron Wahid dari jabatannya sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.
Dugaan ini muncul karena Golkar tidak langsung menyampaikan informasi tersebut kepada publik sejak pengunduran diri itu diajukan enam bulan lalu, dikutip dari rmol.id, Senin 21 September 2026.
"Mengapa tidak segera diumumkan, dan apa status administratif Nusron sejak saat itu, apakah hanya sekadar anggota partai atau ada penugasan lain?" ujarnya bertanya.
Tambahnya, informasi mundurnya Nusron tidak serta-merta dapat dipersepsikan sebagai upaya perlindungan hukum.
Hal ini karena Nusron masih berstatus sebagai kader Partai Golkar.
"Artinya, jika Partai Golkar ingin memberikan bantuan hukum, hal itu masih sah untuk dilakukan," ujarnya.
Kemunculan informasi pengunduran diri Nusron yang dibarengi dengan pelepasan jabatan strukturalnya patut dipertanyakan oleh publik.
Terlebih lagi, momentum mundurnya Nusron bertepatan dengan pengusutan kasus korupsi di Kementerian ATR/BPN oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang belakangan turut menyeret namanya selaku Menteri ATR/BPN.