Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Rangkap Menko dan Menteri ESDM

Zuratul • 1 Oct 2026, 16:00
Bahlil ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. (Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Kabinet)
Bahlil ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. (Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Kabinet)

RIAU24.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan jabatan baru kepada Bahlil Lahadalia dalam perombakan Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Bahlil ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Bahlil tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan demikian, Bahlil kini mengemban dua jabatan sekaligus di pemerintahan Prabowo.

Penunjukan tersebut menjadi salah satu perubahan dalam struktur kabinet yang dilakukan Prabowo. Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan nomenklatur baru yang menempatkan agenda hilirisasi dan transisi energi dalam satu koordinasi.

Sebelumnya, Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM, sementara urusan investasi dan hilirisasi berada di bawah Kementerian Investasi dan Hilirisasi yang dipimpin Rosan Roeslani. Dalam struktur kabinet awal Prabowo, Bahlil memang ditunjuk sebagai Menteri ESDM, sedangkan Rosan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Fokus pada Hilirisasi

Penambahan jabatan koordinator untuk urusan hilirisasi sejalan dengan agenda pemerintah Prabowo yang mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Presiden Prabowo sebelumnya menekankan percepatan hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat investasi, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

Dalam praktiknya, posisi kementerian koordinator berbeda dengan kementerian teknis. Kementerian ESDM tetap menangani urusan teknis sektor energi dan sumber daya mineral. Sementara posisi Menko berfungsi mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian agar agenda yang menjadi tanggung jawab bersama dapat berjalan searah.

Dengan struktur baru tersebut, Bahlil memiliki tanggung jawab untuk mengoordinasikan kebijakan hilirisasi sekaligus transisi energi, sementara tetap memimpin Kementerian ESDM.

Hilirisasi Tak Hanya Mineral

Agenda hilirisasi pemerintah selama ini tidak hanya menyasar sektor pertambangan. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan berbagai komoditas agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah.

Dalam sejumlah pembahasan bersama Presiden, Bahlil sebelumnya melaporkan perkembangan proyek hilirisasi, termasuk pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik. Pemerintah juga membahas pengembangan nikel dan proyek dimethyl ether (DME) sebagai bagian dari agenda hilirisasi dan ketahanan energi.

Presiden Prabowo juga telah menekankan pentingnya percepatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai salah satu strategi untuk memperkuat investasi dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Bahlil Rangkap Jabatan

Bahlil mengatakan dirinya mendapat amanah dari Presiden Prabowo untuk mengemban jabatan sebagai Menteri Koordinator sekaligus tetap menjadi Menteri ESDM.

“Saya dapat amanah jadi Menko rangkap Menteri ESDM,” kata Bahlil seperti dikutip Antara pada Kamis (1/10/2026).

Rangkap jabatan tersebut membuat Bahlil berada langsung di dua posisi yang berkaitan erat dengan agenda energi dan hilirisasi.

Sebagai Menteri ESDM, ia menangani sektor energi dan sumber daya mineral. Sedangkan sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, ia mendapat mandat untuk mengoordinasikan agenda lintas kementerian yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi.

Pembentukan kementerian koordinator baru tersebut menandai perubahan dalam struktur koordinasi ekonomi pemerintahan Prabowo. Hilirisasi yang sebelumnya menjadi bagian dari agenda sejumlah kementerian kini memperoleh wadah koordinasi khusus di tingkat kementerian koordinator.
(***)