MTQ Jadi Momentum, Bupati Afni Perkuat Komitmen Siak sebagai Kabupaten Santri

Lina • 4 Oct 2026, 12:08
MTQ Jadi Momentum, Bupati Afni Perkuat Komitmen Siak sebagai Kabupaten Santri
MTQ Jadi Momentum, Bupati Afni Perkuat Komitmen Siak sebagai Kabupaten Santri

RIAU24.COM - LUBUK DALAM — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Hal itu ditegaskan Bupati Siak Afni saat membuka MTQ XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Amin, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Jumat (2/10/2026).

MTQ XVI Kecamatan Lubuk Dalam berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Dengan MTQ XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026, Kita Jalin Silaturahmi Dengan Menumbuhkan Kecintaan Pada Al Quran di Tengah Kemajuan Zaman.”

Dalam sambutannya, Afni mengatakan pelaksanaan MTQ harus dimaknai lebih jauh dari sekadar kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan agama dan membentuk generasi yang mencintai serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan Afni untuk menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat identitas daerah sebagai Kabupaten Santri.

“Di peringatan Hari Santri nanti bersama Kemenag, kami beriktikad ingin menegaskan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Santri. Seluruh kecamatan di Siak ini sudah ada pondok pesantren, kita tinggal patenkan saja,” kata Afni.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren di seluruh kecamatan menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan. Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.

Komitmen tersebut, lanjut Afni, akan diperkuat melalui pendidikan Al-Qur’an, pembinaan santri serta kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak.

Afni mengatakan, sejak awal menjabat sebagai Bupati Siak, dirinya memberikan perhatian terhadap keberadaan LPTQ. Sebelumnya, aktivitas LPTQ dijalankan dari sebuah ruko. Kini, kantor LPTQ telah dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif di pusat Kota Siak Sri Indrapura untuk mendukung pembinaan generasi Qur’ani.

“Kita berharap Al-Qur’an bisa dipelajari bukan hanya untuk menyambut MTQ saja. Kalau ada bapak ibu dari kecamatan jauh-jauh ingin belajar tentang Al-Qur’an, bagaimana membaca indah Al-Qur’an, belajar kaligrafi, semuanya kita laksanakan secara gratis,” ujarnya.

Ia menegaskan, LPTQ harus menjadi ruang pembinaan kader secara berkelanjutan. Peserta terbaik tidak hanya dipersiapkan menjelang MTQ, tetapi terus dibina sehingga mampu berprestasi dan membawa nama Kabupaten Siak ke tingkat yang lebih tinggi.

Upaya tersebut, kata Afni, mulai menunjukkan hasil. Pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, peringkat Kabupaten Siak mengalami peningkatan. Bahkan, salah seorang kafilah asal Siak kemudian terpilih memperkuat kafilah Provinsi Riau pada MTQ tingkat nasional di Semarang dan berhasil meraih juara II cabang Tartil.

“Alhamdulillah, salah satu kafilah MTQ dari Kabupaten Siak berhasil membawa juara dua tingkat nasional bidang Tartil,” katanya.

Afni berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan Al-Qur’an di seluruh kecamatan. Ia juga berpesan kepada para dewan hakim agar menjalankan proses penilaian secara adil dan jujur sehingga menghasilkan kader-kader terbaik.

“Carilah kader-kader terbaik, karena kita akan melatih mereka secara berkelanjutan, bukan hanya untuk menyambut momen MTQ, karena Al-Qur’an harus ada dalam aktivitas kita sehari-hari,” tegasnya.

Menurut Afni, momentum Hari Santri nantinya akan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas Siak sebagai Kabupaten Santri. Pemerintah Kabupaten Siak akan mendorong keterlibatan pondok pesantren, Kementerian Agama, para kiai, nyai, ulama dan seluruh elemen masyarakat.

“Kita ingin Siak dikenal bukan hanya karena sejarah dan budayanya, tetapi juga sebagai daerah yang hidup dengan Al-Qur’an, pesantren dan santrinya. Inilah yang ingin kita bangun bersama, agar identitas Kabupaten Santri tidak berhenti sebagai nama, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat dan menjadi warisan bagi generasi Siak berikutnya,” pungkas Afni.(Lin)