Desa Damai Tembus Lima Besar Nasional Desa Berprestasi 2026
RIAU24.COM - Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, berhasil menembus lima besar nominasi Calon Juara Desa Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 dari Regional Sumatera.
Dalam tahapan penilaian tersebut, Desa Damai mempresentasikan berbagai inovasi, potensi unggulan, serta capaian pembangunan kepada tim penilai nasional.
Presentasi dan wawancara Calon Juara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri berlangsung secara daring dari Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis, Senin 5 Oktober 2026.
Mewakili Bupati Bengkalis Hj Kasmarni, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH menghadiri kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis Ismail serta Camat Bengkalis Rafli Kurniawan.
Pemaparannya, Desa Damai menyampaikan penerapan inovasi dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, dan ketahanan pangan.
Kepala Desa Damai Rosmadi menyampaikan, Desa Damai memiliki luas wilayah sekitar 1.600 hektare dengan jumlah penduduk 1.758 jiwa. Saat ini Pemerintah desa terus mengembangkan tata kelola menuju desa yang mandiri, transparan, adaptif dan berkelanjutan.
Inovasi pelayanan publik yang diterapkan meliputi WhatsApp Center, pelayanan di luar jam kerja, layanan jemput bola bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas, serta digitalisasi tata kelola pemerintahan melalui Sistem Informasi Desa (SISDES) dan pengelolaan aset melalui SIPADES.
Desa Damai juga mengembangkan sektor ekonomi masyarakat melalui BUMDes Makmur Damai. BUMDes tersebut memiliki empat unit usaha, yaitu perdagangan, simpan pinjam, transportasi, dan penyewaan tenda. Unit-unit usaha tersebut mendukung pendapatan BUMDes sekaligus menyediakan layanan ekonomi bagi masyarakat.
Unit simpan pinjam dimanfaatkan masyarakat untuk menyimpan dana dan memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kemandirian masyarakat desa.
Sebagai desa pesisir, Desa Damai juga mengembangkan inovasi Damai 3P (Potensi Pesisir Produktif), yang mencakup penanaman mangrove, pengelolaan sampah, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Pelaksanaan inovasi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat. Seperti TP-PKK Desa melaksanakan kegiatan bercocok tanam untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Karang Taruna membantu pemasaran hasil kebun melalui media sosial, pengembangan kemasan produk, dan perluasan akses pemasaran.
Gotong royong masyarakat juga didukung melalui program “Jimpitan Cantik” sebagai bentuk swadaya dan kepedulian masyarakat di tingkat lingkungan.
Usai pemaparan, Tim penilai nasional mengajukan sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan, keberlanjutan, dan dampak berbagai program tersebut.
Dr. Rudiarto Sumarwono menggali tantangan yang dihadapi Desa Damai serta strategi pemerintah desa dalam memastikan keberlanjutan inovasi.
Sementara Mohammad Roudo dari Bappenas menyoroti kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, SPPG, dan BUMDes, khususnya dalam pengendalian inflasi melalui penguatan sektor pangan.
Sedangkan Tim dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) mendalami kontribusi sektor pangan terhadap perekonomian desa serta strategi pengembangannya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Usai pemaparan dan wawancara, tim penilai menyaksikan video profil Desa Damai yang menampilkan potensi, inovasi, aktivitas masyarakat, dan capaian pembangunan desa.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH mengatakan, masuknya Desa Damai dalam lima besar nasional menunjukkan potensi desa di Kabupaten Bengkalis untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Menurutnya, Desa Damai juga diarahkan sebagai proyek percontohan pembinaan desa di Kabupaten Bengkalis.
“Desa Damai ini menjadi proyek percontohan untuk pembinaan desa-desa di Kabupaten Bengkalis. Kami akan memastikan desa-desa lain dapat mengembangkan praktik yang sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.
Ersan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan mempertahankan dan memperkuat inovasi yang telah dikembangkan Desa Damai. Program yang dinilai baik akan didorong untuk direplikasi dan disesuaikan dengan karakteristik desa lain.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bengkalis Ismail menyampaikan, penguatan pembangunan desa dilakukan melalui berbagai kebijakan dan dukungan pemerintah daerah, termasuk bantuan keuangan khusus bagi desa yang menghadapi keterbatasan fiskal.