Indosat Catat Pertumbuhan Pendapatan 11 Persen Laba Bersih 37,2 Persen pada Sembilan Bulan Pertama 2026, Perkuat Transformasi Menjadi AI TechCo

Riko • 30 Oct 2026, 12:13
Foto (istimewa)
Foto (istimewa)

RIAU24.COM - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison, Indosat, IOH, atau Perusahaan) berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit, peningkatan profitabilitas, serta terus mengakselerasi transformasinya menjadi AI TechCo.

Pendapatan Perusahaan tumbuh 11% secara tahunan (_year-on-year/YoY_) menjadi Rp45,8 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp21,1 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 37,2% YoY menjadi Rp4,9 triliun. Kinerja solid ini semakin memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Pencapaian tersebut ditopang oleh kinerja bisnis inti telekomunikasi yang tetap tangguh. Fondasi ini sekaligus menjadi modal penting bagi Perusahaan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru dan menciptakan nilai jangka panjang.

Pertumbuhan bisnis inti telekomunikasi didukung oleh penerapan strategi _AI hyper-personalization_ berbasis data untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin relevan. Strategi ini juga memungkinkan Perusahaan mengoptimalkan monetisasi dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Hasilnya,  Average Revenue Per User_ (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5% YoY menjadi Rp46.000. Pada periode yang sama, trafik data tumbuh 16,0% menjadi 14.829 petabyte. Pencapaian ini didukung oleh pemanfaatan AI untuk memahami perilaku pelanggan, investasi berkelanjutan dalam peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta penguatan kapabilitas 5G.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison_, mengatakan, “Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta optimalisasi investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya.

Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap bisnis. Kami juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di pasar global. Pada akhirnya, tujuan kami tetap sama, yaitu memberdayakan Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan perekonomian secara luas.”

Memanfaatkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Mengakselerasi Pertumbuhan AI

Berbekal fondasi bisnis konektivitas yang kuat, Indosat terus mengakselerasi pengembangan bisnis AI. Perusahaan tidak lagi berfokus pada investasi infrastruktur semata, tetapi juga mendorong terciptanya nilai komersial yang nyata dari investasi tersebut.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pendapatan Indosat dari solusi AI Cloud tercatat mencapai USD50 juta, melampaui pendapatan sebesar USD28 juta yang dibukukan sepanjang 2025. Pendapatan ini diproyeksikan meningkat menjadi USD100 juta pada akhir 2026, seiring dengan pertumbuhan permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa investasi teknologi Indosat mulai berkembang menjadi sumber pendapatan baru sekaligus membuka mesin pertumbuhan tambahan di luar bisnis inti telekomunikasi.

Ambisi Indosat tidak terbatas pada penyediaan produk AI maupun pembangunan aset infrastruktur secara terpisah. Perusahaan tengah membangun ekosistem AI _full-stack_ yang terintegrasi, mencakup konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan (_enterprise_). Pendekatan ini dirancang untuk menjawab meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi AI, baik di pasar domestik maupun global.

Melalui jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer yang dikelola RAIA Grid, Indosat memperkuat tulang punggung konektivitas yang menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai penerapannya di dunia nyata. Di sisi lain, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang untuk mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).

Sinergi berbagai kapabilitas tersebut menjadi fondasi bagi pelaku usaha untuk mengakses, mengimplementasikan, dan mengembangkan solusi AI dalam berbagai skala. Ekosistem ini sekaligus membuka peluang komersial baru untuk menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Untuk semakin mendekatkan kapabilitas tersebut kepada pelaku usaha, Indosat menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5. Solusi ini memberikan pelanggan korporasi akses terkelola terhadap berbagai model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi.

Indosat Intelligence Suite membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas adopsi teknologi AI secara lebih terukur. Kehadiran perusahaan teknologi global sebagai pelanggan juga menjadi langkah penting dalam mengonversi investasi AI menjadi peluang komersial sekaligus memperluas akses terhadap teknologi canggih.

Melalui perpaduan bisnis inti telekomunikasi yang tangguh dan ekosistem AI terintegrasi, Indosat terus memperkuat komitmennya untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pelaku usaha di Tanah Air sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam lanskap ekonomi digital regional dan global.