Dari Siak, Lina Lestari Raih Juara I Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026, KPU Siak Beri Apresiasi

Lina • 30 Oct 2026, 14:42
Dari Riau, Lina Lestari Raih Juara I Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026, KPU Siak Beri Apresiasi
Dari Riau, Lina Lestari Raih Juara I Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026, KPU Siak Beri Apresiasi

RIAU24.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan pers daerah. Lina Lestari, jurnalis Riau24.com, berhasil meraih Juara I kategori karya tulis jurnalistik opini/esai dalam ajang Anugerah Jurnalistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI 2026.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi dunia jurnalistik Riau sekaligus membuktikan bahwa jurnalis daerah mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya yang berkualitas, kritis, dan berkontribusi terhadap penguatan demokrasi.

Berdasarkan pemberitaan RMOL.ID, Jumat (30/10/2026), Lina Lestari meraih nilai 257. Posisi kedua ditempati Arianda Tanjung dari Waspada.co.id dengan nilai 256,5, sedangkan posisi ketiga diraih Achmad dari Aktual.com dengan nilai 247,5.

Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 mengusung tema “73 Tahun KPU Mengawal Suara Rakyat Menjaga Demokrasi”. Ajang yang diselenggarakan KPU RI bersama Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) ini menjadi ruang apresiasi bagi jurnalis dan kreator konten yang berkontribusi menyampaikan informasi kepemiluan secara akurat, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Proses seleksi dan penjurian berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Media Center KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Kompetisi ini mempertandingkan tiga kategori, yakni karya tulis jurnalistik opini/esai, foto jurnalistik, dan video konten jurnalistik. Hingga pendaftaran ditutup pada 25 Oktober 2026, tercatat 294 pendaftar dengan total 541 karya, terdiri atas 146 artikel opini/esai, 353 foto jurnalistik, dan 42 video konten jurnalistik.

Proses penilaian dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemeriksaan administrasi, seleksi awal, hingga penjurian akhir oleh dewan juri sesuai kategori masing-masing. Penilaian mencakup relevansi tema, orisinalitas gagasan, akurasi fakta dan data, ketajaman analisis, kualitas jurnalistik, kreativitas, serta kontribusi karya terhadap penguatan demokrasi.

Dewan juri kategori karya tulis jurnalistik terdiri dari Anggota KPU RI August Mellaz, wartawan senior sekaligus Ketua Umum Jaringan Wartawan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa, serta Ketua Umum KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko.

Keberhasilan Lina Lestari meraih penghargaan nasional tersebut mendapat apresiasi dari Ketua KPU Kabupaten Siak, Said Dharma Setiawan. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menghasilkan tulisan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat dan sukses untuk Lina Lestari atas prestasi yang membanggakan ini. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, menulis, dan menyuarakan suara rakyat melalui tulisan-tulisan yang kritis, berimbang, dan mencerahkan,” demikian draf pernyataan apresiasi Ketua KPU Kabupaten Siak.

Ia juga berharap insan pers terus menjalankan perannya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mengawal proses demokrasi, serta menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam membangun pemahaman publik mengenai kepemiluan. Melalui karya jurnalistik, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih luas, memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

Apresiasi juga menjadi bagian penting dalam mendorong para jurnalis agar terus menjaga idealisme dan tanggung jawab profesinya. Hal tersebut sejalan dengan harapan Anggota KPU Kabupaten Siak, Moh. Royani, agar prestasi yang diraih Lina tidak sekadar menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang bermakna.

“Selamat kepada Lina Lestari atas prestasi yang diraih. Ini merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Semoga penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan awal untuk terus menulis, menyampaikan kebenaran, dan menyuarakan aspirasi masyarakat melalui tulisan yang jujur, berimbang, serta bertanggung jawab,” demikian draf pernyataan Moh. Royani.

Ia juga diharapkan menekankan bahwa kekuatan tulisan tidak hanya terletak pada seberapa luas tulisan tersebut dibaca, tetapi juga pada manfaat yang diberikan bagi masyarakat.

Sebuah tulisan dapat menjadi jembatan bagi suara masyarakat yang belum terdengar. Melalui tulisan, persoalan yang luput dari perhatian dapat diangkat, aspirasi masyarakat dapat disampaikan, dan berbagai gagasan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mendorong perubahan yang lebih baik.

“Teruslah menulis dan jangan pernah lelah menyuarakan kepentingan masyarakat. Sebab, di balik setiap tulisan yang baik, ada tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran, membuka wawasan, dan memberikan ruang bagi suara rakyat. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi demokrasi,” demikian pesan yang diusulkan dalam draf pernyataan tersebut.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa perjalanan seorang jurnalis tidak berhenti ketika berhasil meraih penghargaan. Sebaliknya, prestasi menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas karya, memperkuat integritas, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers.

Dalam kehidupan demokrasi, jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan peristiwa, tetapi juga membantu masyarakat memahami persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Tulisan yang berlandaskan fakta, disampaikan secara berimbang, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Sementara itu, pada kategori foto jurnalistik, juara pertama diraih Muhammad Zulfikar dari LKBN ANTARA dengan nilai 173,75. Posisi kedua ditempati Nur Chamim dari Jawa Pos Radar Semarang dengan nilai 171,875, sedangkan posisi ketiga diraih Trisnadi dari AP dengan nilai 168,75.

Adapun kategori video konten jurnalistik dimenangkan Husnul Fikri dengan nilai 185,23. Posisi kedua diraih Faruq Fahmi Rubeka dengan nilai 182,75, sedangkan M. Shoultan Dandy menempati posisi ketiga dengan nilai 179,87.

Pengumuman sembilan pemenang tersebut menandai berakhirnya rangkaian Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026. Melalui ajang ini, KPU RI dan KPP DEM berharap literasi kepemiluan semakin meningkat, partisipasi masyarakat semakin kuat, dan pemahaman publik mengenai pentingnya menjaga kedaulatan suara rakyat terus berkembang.

Prestasi Lina Lestari menjadi kebanggaan bagi dunia jurnalistik Riau sekaligus inspirasi bagi jurnalis lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya berkualitas.

Pada akhirnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir dari sebuah karya jurnalistik. Nilai sebuah tulisan terletak pada kemampuannya menyampaikan kebenaran, memperjuangkan kepentingan publik, dan memberikan ruang bagi suara masyarakat agar dapat didengar.

Dari Riau, Lina Lestari telah menunjukkan bahwa karya jurnalis daerah mampu berbicara di tingkat nasional. Sebuah pencapaian yang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan hari ini, tetapi juga menjadi penyemangat bagi insan pers untuk terus menulis, menjaga idealisme, dan mengawal demokrasi melalui kekuatan kata-kata.(Lin)