Bela Kebijakan, Trump Salahkan Kandidat Republik Kalah Pemilu Sela
RIAU24.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela kepemimpinannya selama dua tahun terakhir menyusul kekalahan telak partainya, Republik, dari Demokrat di pemilu sela AS, Selasa (3/11).
Dalam wawancara teleponnya dengan Fox News tak lama usai pengumuman Partai Demokrat berhasil menyapu bersih dominasi di Senat dan Dewan Perwakilan AS, Trump menganggap kekalahan Republik di pemilu sela ini tidak menjadi pukulan bagi dirinya.
"Tetapi saya tidak menganggap (hasil pemilu sela) ini sebagai pukulan terhadap diri saya," kata Trump.
"Kami telah menjalani dua tahun terbaik dalam sejarah kepresidenan, baik dari segi perekonomian maupun semua hal yang telah kami lakukan," paparnya menambahkan tanpa menyertakan bukti.
Trump bersikeras bahwa hasil pemilu sela yang mengejutkan di berbagai wilayah Amerika itu utamanya bukan akibat perang Iran, yang ia mulai delapan bulan lalu.
Kepada The Wall Street Journal, Trump menilai perang AS dan Iran hanya "sebagian" dari penyebabnya.
Menurutnya, kesalahan justru terletak pada para kandidat Partai Republik yang gagal menang atau mempertahankan kemenangan partai di wilayah-wilayah lumbung suara.
"Saya kira mereka akan memperoleh hasil lebih baik," ujar Trump kepada Fox.
Ia merujuk pada anggota Partai Republik. Ia bahkan menyinggung aksinya yang langsung turun tangan mengikuti serangkaian kampanye calon-calon Partai Republik di berbagai negara bagian yang menjadi basis lumbung suara partai.
Trump menuturkan tujuan ikut kampanye adalah demi mendorong para pendukungnya agar "berpura-pura saya ikut dalam surat suara".
Meski strategi itu tidak berhasil, Trump tidak melihat kegagalan tersebut sebagai akibat dari kinerjanya sendiri, tapi justru gegara orang-orang yang berusaha ia bantu.
"Mereka tidak mampu menginspirasi masyarakat untuk datang memilih," katanya kepada Fox News.
"Dan saya tidak ada dalam surat suara. Kalau saya ada dalam surat suara, mereka pasti akan datang memilih."
Trump juga sedikit menyalahkan Fox News atas kekalahan Republik karena pemberitaan positif Partai Demokrat belakangan ini yang muncul di media favoritnya itu.
Trump juga bersikeras hasil pemilu sela ini tidak akan mengubah kepemimpinannya dan agenda pemerintahannya akan tetap berjalan seperti biasa, meskipun kondisi politik di Washington telah berubah drastis.
Dalam hasil pemilu sela yang cukup mengejutkan dan mencetak beberapa sejarah itu, memang banyak kandidat Partai Republik yang kalah, termasuk jagoan-jagoan Trump yang ia pilih sendiri seperti Darline Graham di South Carolina, Ken Paxton di Texas, Michael Whatley di North Carolina, dan Mike Collins di Georgia. Beberapa kandidat pilihannya itu bahkan bertentangan dengan pandangan mayoritas anggota Partai Republik.
Namun, Trump tidak menyebutkan para kandidat jagoannya itu ketika mengeluhkan kekalahan kader-kader partainya ini. ***