Bank Prancis Kena Serangan Siber, Rp2 T Ludes Dirampok
RIAU24.COM - Bank Prancis Credit Mutuel Arkea terkena serangan siber hingga US$133 juta (sekitar Rp2 triliun) uang korporat diyakini ludes. Dalam pernyataan pada Rabu (4/11), Credit Mutuel Arkea menyebut dana yang dirampok bukanlah milik nasabah, melainkan milik korporasi.
Bank meyakinkan nasabah bahwa uang mereka seluruhnya aman.
"Insiden ini tidak berdampak pada aset (nasabah) dan hanya menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan transfer tertentu," demikian pernyataan bank, seperti dikutip Reuters.
Investigator blockchain ZachXBT sebelumnya melaporkan bahwa peretas telah mencuri lebih dari Rp2 triliun uang bank dan mencuci sebagian dana tersebut melalui platform mata uang kripto.
ZachXBT menyebut aksi itu telah berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan uang yang dikonversi menjadi stablecoin.
Pihak bank tidak mengonfirmasi jumlah uang yang dicuri dalam peristiwa ini. Mereka hanya menyebut angkanya lebih kecil dari yang beredar di media dan "tidak sampai menggoyahkan kekuatan dan kesehatan finansial Grup."
"Tim kami terus berupaya untuk menilai secara tepat konsekuensi finansial dari serangan ini. Masih terlalu dini untuk memberikan angka pasti," kata juru bicara bank.
Serangan ini terjadi menyusul pencurian mata uang kripto senilai US$6,3 miliar (sekitar Rp114 triliun) dari bursa Binance pekan lalu, serta serangkaian serangan siber yang menyasar kulkas di berbagai negara Eropa.
Tiga bank darah regional di Prancis juga menjadi sasaran serangan siber, di mana lemari pendingin yang menyimpan produk darah ditargetkan.
Credit Mutuel Arkea telah menolak berkomentar mengenai apakah dana tersebut berbentuk mata uang kripto, sebagaimana dilaporkan CoinDesk.
Bank menegaskan bahwa serangan tersebut sudah berhasil ditangani dan pihak berwenang telah diinformasikan segera setelah insiden terdeteksi.
Credit Mutuel Arkea memiliki 5,8 juta nasabah dengan aset senilai 211,5 miliar euro. Hal ini menjadikannya salah satu perusahaan keuangan besar di Prancis, meskipun skalanya jauh lebih kecil dibandingkan lembaga seperti BNP Paribas atau Societe Generale. ***