riau24

Zaidul Akbar Sebut Makan Babi Bisa Bikin Jadi LGBT, Ade Armando: Dokter Kok Nyebarin Kebohongan

Sabtu, 11 Januari 2020 | 13:02 WIB
Ade Armando kritik pernyataan Dokter Zaidul Akbar penggagas Jurus Sehat Rasulullah (foto/int) Ade Armando kritik pernyataan Dokter Zaidul Akbar penggagas Jurus Sehat Rasulullah (foto/int)

RIAU24.COM - Sabtu 11 Januari 2020, Dokter Zaidul Akbar dikenal sering berbagi resep sehat melalui tumbuhan atau rimpang-rimpangan seperti kunyit, jahe, kayu manis, dan lainnya. Namun ada satu potongan video dokter Zaidul Akbar yang kemudian ditanggapi Dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando.

Dalam potongan video berjudul 'Kebanyakan Makan Babi Akhirnya Jadi LGBT' diunggah akun instagram @doktermuslim.id.

Baca Juga: Setelah Ditolak di Bukittinggi dan Tanah Datar, Turis Asal China Asyik Main Air di Pantai Mandeh



"Karena apa yang kita makan akan membentuk gen. Perilaku kita akan dipengaruhi oleh apa yang kita makan. Kenapa orang Barat kebanyakan LGBT, Lesbi? Karena kebanyakan makan babi. Babi kan begitu perilakunya," sebut dokter Zaidul Akbar dalam potongan video tersebut.

Langsung saja hal itu dikomentari Ade Armando. "Dokter kok nyebarin kebohongan gini: makan babi mengakibatkan orientasi seks LGBT. Dokter ini lulusan mana sih? Atau dia beneran dokter gak sih?" kata Ade Armando dalam akun facebooknya.

Baca Juga: Ulangi Kasus Keraton Agung Sejagat, Perdana Menteri dan Ratu Sunda Empire Juga Ditetapkan Jadi Tersangka

Kemudian netizen atau warganet ikut memberikan tanggapan, ada yang setuju dan ada yang tidak. @Bani Segalani: "Kalo saya percaya apa yang dimakan mempengaruhi mental,karakter dan perilaku yang makan. Coba kita bandingkan hewan saja...karakter hewan pemakan daging (karnivora) dengan hewan pemakan rumput (herbivora) jelas beda karakternya."

@Nenny Anggraeni: "Nah kalau kali ini saya lebih setuju sama dokter ini bung ade kebiasaan makan kita mempengaruhi prilaku dan cara berpikir kita itu yang saya pahami walau dulu jujur saya makan babi karena profesionalitas sebagai chef tapi beneran deh setelah saya berhenti mengkonsumsi babi justru emosi saya lebih sehat."

@Fendy Cendana: "Makan babi itu lezat, menyehatkan badan. Badan sehat otak pun encer dan pandai. Contoh RRC itu konsumsi babinya luar biasa, cuma daerah tertentu yg mayoritas muslim yg tdk konsumsi. Lihat kemajuan yg RRC capai, bbrp tahun lagi mungkin akan menggantikan posisi Amerika sbg Abg. Tengok juga Saudi yg tidak konsumsi, bagaimana kemajuan mereka."

@Junaedi: "lni daerah yang warga LGBT nya banyak. Tapi gak makan babi."

@Oktovian Sakty: "Salah satu Pendapat seperti ini yg dipakai untuk menjauhkan dari saudaranya baik flsik maupun flkiran, perasaan. Timbul penilaian saudara adalah rendah kedudukan nya jadi apapun diperbuat kepada saudaranya itu "sah", lumrah, tidak apa-apa." (Riki)

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...