Menu

Ini 5 Alasan Mengapa Anda Harus Coba Terapi Pijat Prostat

Satria Utama 26 Dec 2018, 12:05
ilustrasi
ilustrasi

RIAU24.COM -  Prostat merupakan kelenjar berukuran kecil yang terletak di antara kandung kemih dan rektum. Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sperma saat ejakulasi.

Karena pentingnya organ ini, maka kaum pria perlu menjaga kesehatan dan vitalitasnya, salah satunya dengan melakukan pijat prostas.

Meski hingga saat ini, manfaat menjalani terapi pijat ini belum ada bukti klinisnya, namun dari pengalaman orang-orang yang pernah melakukannya, memang dirasakan sejumlah manfaat.

Berikut alasan Anda harus mencoba pijat prostat yang dikutip dari Menshealth, Selasa (26/12/2018).

1. Dapat membantu mengobati disfungsi ereksi

Meskipun belum banyak literatur ilmiah yang secara pasti membuktikan bahwa pijat prostat dapat meningkatkan fungsi ereksi, setiap dokter yang Pulse ajak bicara mengatakan cara tersebut dapat membantu.

Joshua R. Gonzalez, MD, yang memiliki tempat praktik sendiri di Los Angeles mengatakan, pijat prostat bisa meningkatkan aliran darah.

Mengatasi prostatitis

Prostatitis adalah peradangan umum pada kelenjar prostat, dapat disebabkan oleh infeksi bakteri.

"Gejala-gejalanya meliputi mulai dari mulai buang air kecil hingga rasa sakit dengan ejakulasi, aliran urin yang buruk, dan ketidaknyamanan dalam perineum di belakang skrotum dan di depan rektum," kata Danny Keiller, MD, spesialisasi dalam urologi di Genesis Healthcare Partners, San Diego.

2. Membantu meringankan pembesaran prostat

Menurut National Kidney dan Urological Disease Information Clearinghouse, prostat yang besar atau benign prostate hyperplasia (BPH) adalah masalah prostat yang paling umum untuk pria berusia di atas 50 tahun, seperti prostatitis, gejala yang paling umum adalah buang air kecil yang menyakitkan, retensi urin, dan sering buang air kecil.


3. Membantu meningkatkan aliran urin

Apakah aliran urin Anda mengalir dengan baik? Jika seorang yang mengalami pembengkakan prostat atau peradangan, prostat dapat mengiritasi kandungan kemih, menyebabkan aliran urin dari kantung kemih dapat memperlambat atau bahkan putus uretra yang mengalirkan urin.

"Perbaikan yang terlihat dalam aliran urin dari pijatan prostat lagi dapat menjadi hasil dari penurunan peradangan pada prostat, yang mungkin berkontribusi pada masalah kencing seorang pria," ungkap Gonzalez.


4. Meringankan ejakulasi yang menyakitkan

Ejakulasi memang jarang terasa sakit, tapi bisa terjadi. Itu disebabkan karena infeksi atau peradangan pada epididimis (tabungan dekat testis yang menyimpan dan mengangkut sperma), prostat, vesikula seminalis, dan uretra. Juga dapat menyumbat di saluran ejakulasi.

 (Baca Juga:Kata-Kata Kotor di Ranjang Bikin Gairah Memanas)

"Pijat dapat mengurangi peradangan prostat dan membuat ejakulasi kurang menyakitkan," kata Mills.

Penyebab lain dari ejakulasi yang menyakitkan adalah otot-otot dasar panggul yang kencang dapat terjadi ketika pria mengalami peradangan atau infeksi pada prostat.

"Manipulasi otot-otot itu secara manual selama pijatan prostat dapat mengurangi rasa sakit ejakulasi lebih lanjut. Ini pasti sesuatu yang Anda ingin seorang spesialis untuk bekerja dengan Anda," lanjut Gonzalez.


5. Meningkatkan kenikmatan

"G-spot laki-laki" penuh dengan ribuan ujung saraf, yang berarti ketika Anda menstimulasinya, itu terasa menyenangkan. Bahkan, beberapa pria mampu mencapai orgasme hanya dari rangsangan prostat.

Meskipun tidak ada cukup penelitian untuk menyarankan prostat orgasme bisa menurunkan risiko kanker prostat, namun lebih sering orgasme bagus untuk kesehatan prostat.

Menurut penelitian di Australia, pria yang mengalami lima atau lebih orgasme per minggu 34% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker prostat daripada pria yang setidaknya sekali orgasme per minggu.

Risiko pijat prostat

Hati-hati kalau Anda ingin melakukan pijat prostat, terutama pijat dari dalam. Pasalnya, pijatan ini mungkin menimbulkan dampak seperti gejala prostatitis tambah parah, perdarahan, penyebaran kanker prostat (jika ada), luka pada dinding rektum, wasir (hemoroid), atau infeksi kulit selulitis.

Maka itu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum melakukan pijat khusus pria ini. Para ahli juga mengimbau masyarakat untuk lebih jeli serta kritis saat memilih perawatan maupun terapis yang tidak mendapat pengawasan oleh Kementerian Kesehatan. ***