Menu

Melintas di Jalur yang Sama, Dua Pesawat Ini Nyaris Tabrakan di Udara

Siswandi 12 Feb 2019, 00:56
Maskapai Ryanair
Maskapai Ryanair

RIAU24.COM -  Musibah besar dalam dunia penerbangan, nyaris saja terjadi di Spanyol. Hal itu setelah sebuah pesawat milik maskapai Ryanair dikabarkan hampir saja bertabrakan di udara dengan pesawat Easyjet.

Tabrakan akhirnya bisa dihindari setelah pilot Ryanair dengan nomor penerbangan 737 itu melakukan manuver secara drastis. Namun manuver itu membuat seorang penumpang mengalami patah pada pergelangan kaki. Penumpang tersebut berusaha melindungi anaknya yang masih berusia 5 tahun, saat pilot melakukan manuver secara mendadak.

Insiden itu terjadi saat pesawat Ryanair tengah mengudara pada Minggu (10/2/2019) waktu setempat. Ketika itu, pesawat sedang terbang dalam mode "autopilot" pada ketinggian sekitar 11.200 meter di atas Kepulauan Canary, Spanyol, sekitar pukul 16.38 waktu setempat.

Awalnya, pilot Ryanair meminta izin kepada menara pengawas untuk turun hingga posisi 3.900 meter. Saat itu menara pengawas tidak keberatan dengan permintaan pilot. Namun, saat pesawat baru turun sekitar 300 meter, menara pengawas tiba-tiba meminta pesawat  menghentikan proses itu. Pasalnya, karena ada sebuah pesawat milik EasyJet terbang di ketinggian 10.600 meter di kawasan yang sama.

"Beberapa detik kemudian pada pukul 16:38:07, menurut data penerbangan, pilot pesawat (Ryanair) memilih model ALT HOLD di panel kontrol untuk mempertahankan ketinggian," demikian sebut sebuah laporan, dilansir kompas.com, Senin 11 Februari 2019.

"Saat itu pesawat tersebut (Ryanair) sedang melewati FL364 (EasyJet) dengan kecepatan penuh dalam proses penurunan ketiggian," kata seorang penyelidik kecelakaan udara Spanyol.

"Beberapa saat kemudian, menurut data penerbangan, pilot pesawat (Ryanair) memilih mode ALT HOLD di panel kontrol untuk mempertahankan ketinggian," tambah penyidik itu.

"Sedetik kemudian pesawat itu melintasi level ketinggian FL363, dan pilot memutuskan untuk menghentikan mode autopilot," lanjutnya.

Akibat perubahan arah mendadak tanpa peringatan itu, kru kabin dan beberapa penumpang yang tengah berdiri di dalam pesawat, tiba-tiba terjatuh. Di antara mereka, ada satu penumpang yang mengalami patah pada bagian pergelangan kaki.

"Penumpang yang terluka itu memegang seorang anak berusia sekitar lima tahun di tangan kanannya saat keluar dari toilet," terang salah seorang kru kabin.

"Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi anaknya yang mengakibatkan kakinya berada di posisi tidak natural sehingga pergelangan kakinya patah," kata kru kabin itu.

Hasil investigasi memastikan, cedera yang dialami penumpang itu disebabkan adanya manuver mendadak saat pilot secara manual mengambil alih kendali pesawat. ***