Menu

Selain Kurang Biaya, Ini Alasan Sony Corp Tutup Satu Pabriknya di China

TIM BERKAS 34 30 Mar 2019, 08:47
Sony/int
Sony/int

RIAU24.COM -  Salah satu pabrik ponsel Sony di China ditutup, hal ini dilakukan Sony Corp untuk mengurangi biaya dan menghidupkan kembali bisnis ponselnya di tahun-tahun mendatang.

Menurut juru bicara Son Corp, keputusan menutup pabrik ini tak terkait dengan tensi tinggi antara pemerintah Amerika Serikat dan China terkait perdagangan, demikian dikutip dari Reuters dan dari CNBC pada Jumat (29/3/2019).

Sony memgatakan bahwa bisnis ponselnya sendiri telah mencatat kerugian sebesar USD 863 juta pada tahun fiskal ini. Ini juga merupakan salah satu dasar penutupan pabrik.

Namun juru bicara Sony itu tak menyebut ada berapa banyak karyawan yang akan di-PHK akibat penutupan pabrik tersebut. Hanya saja dengan penutupan ini, Sony akan memproduksi ponselnya di pabrik mereka yang berlokasi di Thailand.

Sejak beberapa waktu belakang, Sony dikatakan merugi, bahkan sejumlah analis menyebut Sony seharusnya menjual bisnisnya itu. Mereka dikatakan juga harus meng-outsource produksinya ke beberapa perusahaan lain.

Dari informasinya, pangsa pasar ponsel Sony secara global saat ini kurang dari 1 persen, dengan jumlah pengapalan ponsel sebanyak 6,5 juta unit pada tahun fiskal ini. Pengapalan ponsel Sony itu mayoritas mengarah ke Jepang dan Eropa.

Walaupun begitu, Sony mengaku tidak berencana menjual bisnis ponselnya karena memprediksikan kalau ponsel mempunyai peran penting dalam jaringan 5G mendatang. Yaitu di mana mobil dan berbagai perangkat akan terkoneksi. Sony pun menargetkan akan mengubah bisnis ponsel menjadi bisnis yang menguntungkan pada tahun fiskal yang dimulai pada April 2020.(***)


R24/nof