Menu

Soal Penembakan Biadab di Masjid di Selandia Baru, Begini Akhirnya Sikap Facebook

Siswandi 30 Mar 2019, 16:12
Salah satu rekaman aksi pelaku penembakan biadab di masjid di Selandia Baru, yang sempat melakukan aksi siaran langsung dan langsung dikecam. Foto: int
Salah satu rekaman aksi pelaku penembakan biadab di masjid di Selandia Baru, yang sempat melakukan aksi siaran langsung dan langsung dikecam. Foto: int

RIAU24.COM -  Setelah sekian lama diam terkait penembakan brutal dan biadab di dua masjid di Christchucrh, Selandia Baru, manajemen Facebook akhirnya memberi tanggapan.

Seperti diketahui, pengelola media sosial itu panen kecaman, karena membiarkan pelaku penembakan biadab itu, menggelar siaran langsung melalui akun Facebook miliknya.

Dilansir The Guardian, Sabtu 30 Maret 2019, Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg, mengatakan pihaknya akan meninjau ulang kebijakan siaran streaming video langsung di platform tersebut. Namun ia tidak mengumumkan perubahan kebijakan terkait siaran langsungnya.

Dalam pernyataannya Sheryl menyatakan duka cita mendalam untuk para korban penembakan. "Kita semua di Facebook berdiri bersama para korban, keluarga mereka, komunitas Muslim, dan semua pihak di Selandia Baru," demikian isi pernyataan yang dikuti republika.

Pernyataan itu juga membahas bagaimana masyarakat telah mempertanyakan langkah Facebook. Banyak yang bertanya bagaimana platform daring seperti Facebook digunakan untuk menyebarkan video serangan jahat yang mengerikan. "Kami telah mendengar masukan bahwa kami harus berbuat lebih banyak, dan kami setuju," tambahnya.

Sebelumnya, Facebook diminta membangun teknologi yang lebih baik dan cepat guna mengidentifikasi video dan gambar kekerasan. Sehingga dapat mencegah orang membagikan kembali versi-versi video yang tidak pantas. ***