Menu

Lagi, Korban Tewas Akibat Serangan Harimau Sumatera di Pelangiran

Dahari 24 May 2019, 21:56
M Amri (32) karyawan PT RIA, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran ditemukan tidak bernyawa/rg
M Amri (32) karyawan PT RIA, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran ditemukan tidak bernyawa/rg

RIAU24.COM -  TEMBILAHAN - M Amri (32) karyawan PT RIA, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan tak bernyawa di lokasi perkebunan miliki perusahaan akibat serangan Harimau Sumatera, Kamis 23 Mei 2019, sekira pukul 12.00 wib.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sesama rekan kerja sebagai petani, dimana sebelum penemuan mayat itu korban bersama delapan orang rekan kerjanya bertolak ke kebun untuk melakukan panen tamanan Akasia, dan kembali ke camp sekira pukul 10.30 wib, namun korban tak kunjung kembali.

"Korban tidak kunjung kembali, selanjutnya setelah menunggu 30 Menit, rekan-rekan korban (para saksi) berupaya mencari korban dengan menggunakan excavator," ungkap Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, Jumat 24 Mei 2019.

Setelah satu jam pencarian, korban ditemukan diarea perkebunan Akasia Kanal Sekunder 41 PT.RIA Desa Tanjung Simpang Kec.Pelangiran, dan disekitar lokasi dijumpai satu ekor harimau.

"Dilokasi tersebut ditemukan korban dalan keadaan tertelungkup dengan beberapa luka yang diduga akibat diterkam oleh satwa harimau," beber Kapolres.

Selanjutnya para saksi langsung mengevakuasi korban, ketika dilakukan evakuasi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan mengalami luka yang diduga akibat serangan harimau di bagian tengkuk dan leher.

Selanjutnya korban dibawa ke Pelabuhan PT.RIA dengan menggunakan speed boad 15 PK. sesampainya di pelabuhan langsung dilakukan pemeriksaan medis oleh dr.Palupi, dokter UPT Puskesmas Pelangiran. Dari hasil pemeriksaan dikatakan AKBP Christian Rony Putra, diketahui bahwa korban mengalami luka pada bagian tengkuk, leher, Kepala Bagian Belakang, Mata sebelah kanan, yang diduga akibat serangan harimau.

Proses evakuasi dan pemeriksaan medis oleh UPT Puskesmas Pelangiran selesai sekira pukul 16.00 Wib, selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dam terkendali.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Tembilahan dengan menggunakan speed boad dan didampingi oleh  Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Brigadir Erwin A.

Dan Selanjutnya jenazah akan dibawa ke Kec.Sambas Kab.Sambas Provinsi Kalbar atas permintaan keluarga korban.***


R24/rgo