Menu

Dukung Asosiasi Sepak Bola Israel, Merek Olahraga Puma Diboikot Aktivis Kemanusiaan Dunia

Satria Utama 16 Jun 2019, 10:40
Puma
Puma

RIAU24.COM -  Kelompok-kelompok aktivis di lebih dari 20 negara telah bergabung dalam aksi internasional melawan perusahaan  perlengkapan olahraga Jerman, Puma, Sabtu (15/6). Para aktivis mendesak Puma untuk membatalkan kesepakatan dengan asosiasi sepakbola Israel.

Aksi para aktivis tersebut merespon permintaan dukungan dari lebih dari 200 klub sepak bola Palestina dan organisasi olahraga untuk memboikot Puma, sampai mereka menarik sponsornya dari Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).

"Ketika perusahaan-perusahaan seperti Puma mensponsori dan mendapat keuntungan dari permukiman ilegal, mereka memberikan anggukan kepada rezim sayap kanan Israel bahwa tanah penjarahannya dan serangan terhadap olahraga Palestina dapat terus berlanjut," demikian pernyataan Kelompok Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (PACBI), dilansir Aljazirah, Ahad (16/6).

Dengan menggunakan slogan "Give Puma the Boot", kampanye mendorong kelompok untuk mengambil tindakan boikot di toko-toko Puma, kantor Puma, dan kantor tim yang disponsori Puma.

September lalu, klub olahraga Palestina menulis surat kepada CEO Puma, Bjorn Gulden, untuk mengakhiri kesepakatan sponsor dengan IFA.

"Permukiman Israel berkontribusi pada pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan merupakan penyebab langsung bagi pembatasan kebebasan bergerak Palestina, akses ke sumber daya alam dan kemampuan untuk membangun rumah dan melakukan bisnis," kata surat itu.

"Sebagai sponsor internasional utama IFA, Puma meminjamkan mereknya untuk menutupi dan menghapus pelanggaran hak asasi manusia Israel, termasuk terhadap para pemain bola Palestina," lanjut surat tersebut.

Surat itu menyatakan bahwa para pemain Palestina, selain ditolak kebebasan bergerak untuk menghadiri pertandingan mereka sendiri karena pendudukan Israel, mereka juga menjadi sasaran diserang, dipenjara, atau dibunuh secara rutin.

Stasiun TV Aljazirah telah menghubungi Puma untuk memberikan komentar, tetapi tidak menerima tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.***

 

R24/bara