Menu

Bikin Bangga, Penderita Kanker Payudara Bisa Berharap Sembuh dari Temuan 2 Siswi SMA Ini

Siswandi 12 Aug 2019, 11:00
Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang berhasil menemukan obat herbal untuk penyembuhan kanker payudara. Foto: int
Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang berhasil menemukan obat herbal untuk penyembuhan kanker payudara. Foto: int

RIAU24.COM -  Prestasi yang dibuat Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, dua siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini, memang sangat patut dibanggakan. Hal itu setelah keduanya menemukan obat herbal yang mampu menyembukan penyakit kanker payudara. Seperti diketahui, penyakit yang satu ini memang masih menjadi hantu menakutkan bagi kaum hawa di mana saja. Karena temuan itu, keduanya sukses mendapat penghargaan di tingkat internasional.

Tak ayal, keberhasilan kedua siswi tersebut langsung menjadi perhatian netizen. Keduanya pun viral di media sosial sejak beberapa waktu belakangan ini.

Dikutip detik dari Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Senin 12 Agustus 2019, awalnya Aysa dan Anggina ikut serta dalam Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

Ketika itu, keduanya meperkenalkan Akar Bajakah Tunggal, yang berasal dari tanah Kalimantan Tengah. Dari hasi penelitian yang dilakukan keduanya, tanaman ini disebut bisa menyembuhkan penyakit kanker payudara.

Hasil penelitian itu membuat keduanya tampil sebagai salah pemenang di ajang YNSF. Selanjutnya, keduanya dikirim sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Ternyata, dunia internasional pun mengaku hasil temuan keduanya. Tak ayal, keduanya kembali meraih Gold Medals dalam ajang WICO melalui obat kanker yang dihasilkan dari tanaman alami.

Untuk diketahui, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel di bagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Sel tersebut akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul untuk membentuk sebuah benjolan. Pada akhirnya, sel tersebut akan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya.

Dengan temuan membanggakan kedua siswi ini, patut untuk dipantau perkembangan selanjutnya. Karena temuan itu tentu sangat banyak manfaatnya bagi kaum perempuan, tidak hanya di Indonesia, namun bisa jadi di seluruh dunia. ***