Terkena Penggusuran di Sunter, Warga Tuding Janji Kampanye Anies Palsu

Selasa, 19 November 2019 | 11:28 WIB
Penggusuran di Sunter Penggusuran di Sunter

RIAU24.COM 

Pemerintah DKI Jakarta melakukan penggusuran di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Salah satu yang menjadi korban penggusuran adalaha Subaidah, 40 tahun. Subaidah harus merasakan rumahnya yang berlokasi di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara digusur.

Dia sendiri masih mengingat jelas alasannya memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI 2017 lalu. Salah satu janji Anies-Sandiaga yang ada di benaknya, yakni tak ada lagi penggusuran di Ibu Kota.

“Pilih Pak Anies, kami kan rakyat kecil maunya yang terbaik. Kan Pak Anies janjinya sebelum itu kan enggak ada penggusuran, enggak taunya janjinya bohong,” kata Subaidah dilansir dari Tempo.co, Selasa, 19 November 2019.

Baca Juga: Pria Denmark yang Merusak Kuil di Bali Akan Dideportasi Setelah Menjalani Hukuman Penjara

Dia sendiri merantau dari Madura, Jawa Timur ke Jakarta sejak 1988. Dia mengaku telah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI. Karena itu, dia turut mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Papanggo. Alamatnya tercantum di Kelurahan Papanggo, bukan tempat tinggalnya di Jalan Agung Perkasa 8.

“Di sini enggak ada RT RW, kan pergudangan. Jadi kami bikin KK (kartu keluarga) di Papanggo. Di sini semua pendukungnya Pak Anies tapi janjinya itu palsu semua,” kata dia lagi.

Senada dengan Subaidah, Kuswati juga ingat pernyataan pemerintah DKI yang menjanjikan tidak akan menggusur tempat tinggal di Jalan Agung Perkasa 8. Janji itu disampaikan oleh Asisten Pemerintahan DKI Artal Reswan ketika warga berdemonstrasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat dua bulan lalu.

"Katanya enggak ada pembongkaran, enggak ada penggusuran. Sekarang kayak gini," ujar wanita 52 tahun ini.

Baca Juga: Di Indonesia, Wayang Kulit LGBTQ Memiliki Pesan Toleransi

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Muhamad Taufik menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak pernah berjanji tidak akan menggusur. "Enggak. Enggak ada janji enggak akan penggusuran," ujarnya.

Taufik mengatakan jika ada penggusuran tergantung lokasinya, apakah lahan tersebut milik pemerintah DKI atau bukan. Termasuk, penggusuran di kawasan Sunter itu. "Kalau tanah milik pemerintah yang diberesin," ujarnya.

Menurut Taufik, salah satu janji Anies adalah peremajaan kota dengan tanpa penataan kembali. Dia memisalkan penataan Kampung Akuarium yang tidak dipindahkan.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan pihaknya akan melakukan penataan di Jalan Agung Perkasa 8 untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan yang diduduki oleh sejumlah pengusaha barang bekas. Sejak 20 tahun lalu, gudang para pengusaha berdiri dan menutup saluran.

PenulisR24/ibl


Loading...
Loading...