Menu

Penyelidikan Pemakzulan, Diplomat AS Sebut Dirinya Diperintah Trump Tekan Ukraina

Riko 21 Nov 2019, 11:42
Donald Trump
Donald Trump

Dalam kesaksiannya, Sondland mengatakan bahwa Giuliani telah menuntut pernyataan publik dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar mengumumkan penyelidikan dugaan korupsi.

Giuliani, kata Sondland, secara khusus menyebut perusahaan Burisma di Ukraina yang memiliki putra calon Joe Biden, Hunter Biden, sebagai anggota dewan perusahaan—dan masalah seputar pemilihan presiden AS 2016.

Jika dinyatakan bersalah dalam pemungutan suara mayoritas di DPR, Trump akan menghadapi persidangan impeachment atau pemakzulan di Senat. Dua pertiga suara anggota Senat dibutuhkan untuk melengserkan Trump. Masalahnya, Senat saat ini dikuasai oleh Partai Republik.

Dalam pernyataan pembukaannya, Sondland mengatakan dia telah bekerja dengan Giuliani atas arahan tegas presiden Trump. Sebagai Duta Besar AS untuk Uni Eropa, Sondland mengatakan bahwa uraian pekerjaannya juga mencakup di Ukraina bersama rekan-rekannya yang lain, meskipun negara itu bukan anggota Uni Eropa.

"Kami tidak ingin bekerja dengan Giuliani. Sederhananya, kami memainkan peran yang kami tangani. Kami semua mengerti bahwa jika kami menolak untuk bekerja dengan Giuliani, kami akan kehilangan peluang penting untuk mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Ukraina. Jadi kami mengikuti perintah presiden," kata Sondland, seperti dikutip dari BBC, Kamis 21 November 2019.

Dia kemudian mengonfirmasi bahwa presiden telah meminta penyelidikan terhadap dugaan korupsi Biden dengan imbalan kunjungan ke Gedung Putih untuk Zelensky, sebuah quid pro quo yang berarti bantuan sebagai imbalan atas bantuan.

Halaman: 123Lihat Semua