Tebing Longsor di Cerenti, Tokoh Masyarakat Sampaikan Aspirasi ke Bupati Mursini

Selasa, 10 Desember 2019 | 20:33 WIB
Tebing Sungai Kuantan di Cerenti longsor (foto/int) Tebing Sungai Kuantan di Cerenti longsor (foto/int)

RIAU24.COM - KUANSING- Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, ada yang melalui DPRD dan ada pula secara langsung kepada Kepala Daerah. Seperti yang dilakukan Salah satu Tokoh masyarakat Kecamatan Cerenti, Asnaldi.

Baca Juga: 10 Ribuan Hektare Hutan Lindung Bukit Betabuh Kuansing Dirambah, Wabup Sidak dan Akan Laporkan ke MenLHK



Dimana pada saat Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si yang hadir secara langsung pada pelantikan Kepala Desa di kantor Camat Cerenti, (Selasa 10/12-2019). Dirinya langsung menyampaikan aspirasi kepada orang nomor satu Kuansing (H.Mursini), yakni pembangunan Dam Tebing Desa Kampung Baru Cerenti, untuk menanggulangi tanah longsor DAS/ Tepian Sungai Kuantan, karena kondisinya sudah semakin parah.

Hal ini disebabkan, longsor Tebing Sungai ini sudah bertahun-tahun berlangsung, dan belum juga mendapat perhatian Pemda Kuansing maupun Provinsi Riau serta Pusat.

Baca Juga: Selama Operasi Yustisi, 30 Pelanggar Prokes dan PPKM Level 3


Padahal kondisinya semskin memprihatnkan, beberapa rumah warga di tepian sungai terkena tanah longsor, dan jarak DAS Kuantan juga sudah semakin dekat dengan badan jalan raya Provinsi Riau (Kuansing-Inhu).

"Kita tahu bahwa, jalan raya ini fungsinya begitu sangat strategis sebagai urat nadi perekonomian nasional dan daerah, dimana sarana tranportasi manusia dan arus barang dan jasa serta hasil alam/perkebunan, seperti CPO sawit berton-ton diangkut dari sini dengan menggunakan kenderaan berat tronton. jumlahnya puluhan setiap hari," paparnya.

Dirinya menyebutkan kalau Jalan raya ini mengandung nilai sejarah perjuangan kemerdekaan RI, karena dipergunakan oleh para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan (Dulunya para pejuang menggunakan jalan ini).

Selain itu, fungsi DAS Kuantan juga sebagai pusat budaya dan peradaban masyarakat Cerenti, untuk berpacu kuyuang (jalur) yang masih berlangsung hingga kini. Pokoknya pola budaya dan kebutuhan orang Cerenti, tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan air sungai.

"Jadi kalau terjadi kehilangan fungsi jalan raya PKU-Rengat, yang ada di desa Kampung Baru akibat pembiayaran tepian longsor, akan.begitu besar kerugian yang menimpa masyarakat Cerenti," tuturnya.

Bahkan katanya, Aspirasi pembangunan fisik Turap tepian sungai Kuantan ini, sudah lama disuarakan melalui tulisan tulisan di media massa (Buletin Canang IKC), Melalui Forum Diskusi, Seminar Imakusi, dan Sarasehan IKC," ujarnya yang juga Ketua IKC se Jabodetabek (2002-2019).

"Saya juga sempatkan berkomunikasi langsung persoalan ini, dengan para wakil rakyat (DPRD) bila ada kesempatan," sebutnya.

Tapi hingga kini, katanya, belum juga membuahkan hasil dan belum ada tindakan. Bahkan saat saya amati di sekitar DAS / Tepian Kuantan, pada Senin (9/12) sore, terlihat semskin parah, karena ada penambang liar yang mengambil pasir di tepian seberang Desa Pulau Jambu.

Mudah mudahan, dengan bertemu Bupati H. Mursini tadi, beliau memperhatikan dan menindaklanjutinya, dengan mengundang anggota DPRD Provinsi Riau, DPR RI guna untuk memperjuangkan dana APBN (Untuk membangun  Turap Tebing yang longsor tersebut," tambahnya.

"Harapan kita, semoga Bupati H. Mursini memperjuangkannya, dan saya lihat dari miliknya beliau nampaknya mendengarkan dengan serius apa yang saya katakan.

"Semoga kehadiran saya di kampung kali ini ada manfaatnya bagi kepentingan masyarakat," ujarnya yang juga Ketua IKC se Jabodetabek 2002-2019/Dosen Senior UNIDA Bogor. (R24/Zar)

PenulisR24/zar


Loading...
Loading...