Menu

Masuk Perairan Siprus Tanpa Izin, Kapal Perang Turki Usir Kapal Israel

Riko 16 Dec 2019, 09:06
Foto (internet)
Foto (internet)

Kesepakatan Turki-Libya memicu ketegangan regional dengan Yunani, di mana Siprus dan Mesir juga merasa mempunyai hak pengeboran minyak dan gas di wilayah tersebut.

Tiga negara itu mengatakan perjanjian baru itu tidak konsisten dengan hukum internasional. Yunani bertindak keras dengan mengusir Duta Besar Libya.

"Perjanjian ini disusun dengan itikad buruk," kata juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas kepada wartawan pekan lalu.

Uni Eropa juga mengutuk perjanjian Turki dan Libya. "Itu melanggar hak berdaulat negara ketiga, tidak mematuhi Hukum Laut dan tidak dapat menghasilkan konsekuensi hukum apa pun untuk negara ketiga," kata pemerintah Uni Eropa dalam sebuah pernyataan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perjanjian itu akan memungkinkan Turki untuk melakukan pengeboran di landas kontinen Libya dengan persetujuan Tripoli dan itu sejalan dengan hukum internasional.

"Dengan perjanjian baru antara Turki dan Libya ini, kami dapat mengadakan operasi eksplorasi bersama di ZEE yang kami tentukan. Tidak ada masalah," kata Erdogan.

Halaman: 123Lihat Semua