Menu

Warga Bukit Batu Sulit Dapatkan Gas Bersubsidi, Disdagperin Bengkalis Langsung Turun ke Lapangan

Dahari 7 Feb 2020, 09:47
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis langsung turun ke lapangan menindak lanjuti keluhan masyarakat Kecamatan Bukitbatu yang kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg (foto/int)
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis langsung turun ke lapangan menindak lanjuti keluhan masyarakat Kecamatan Bukitbatu yang kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg (foto/int)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Pasca kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Bengkalis. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis langsung turun ke lapangan menindak lanjuti keluhan masyarakat Kecamatan Bukitbatu yang kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg tersebut.

Kepala Dinas Dagperin H. Indra Gunawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perdagangan Jefri menyebutkan bahwa tindakan turun lapangan ini dilakukan untuk mengecek sejauh mana dugaan kelangkaan gas elpiji di Kecamatan Bukitbatu tersebut.

zxc1

"Kita respon terhadap keluhan masyarakat terhadap kelangkaan gas elpiji di sana, karena informasi dari pihak Pertamina jumlah yang disalurkan ke pangkalan tetap tidak ada pengurangan," ungkap Jefri Kabid Pengembangan Perdagangan, Kamis 6 Februari 2020 kemarin.

Dikatakannya menindaklanjuti keluhan masyarakat Disdagperin melakukan sidak di sejumlah pangkalan LPG 3 Kg. Selama dua hari di dua kecamatan yaitu kecamatan Bukit Batu dan Bengkalis. 

zxc2

"Dari hasil sidak kita jumpai  temuan pangkalan yang ada di Kecamatan Bengkalis mendistribusikan tidak tepat sasaran, pangkalan tersebut bernama Gasindo Multi Enegri dengan agen penyalur PT Syafwandi Pusaka, Mereka lebih memprioritaskan ke keranjang-keranjang, mobil pikcup/pengecer, sedangkan masyarakat sudah lama menunggu namun tidak dibagikan," ungkap Jefri lagi.

Dalam hal tersebut, Disdagperin secara tegas melakukan tindakan dengan menghentikan mobil elpiji yang tengah melangsir ke mobil pikcup, kemudian meminta kepangkalan untuk segera membagikan ke masyarakat yang mengantre.

"Kita akan membuat  teguran keras kepada agen dan pangkalan dimaksud. Kami berharap pertamina segera menindaklanjuti hasil temuan dilapangan dan mengevaluasi agen dan pangkalan tersebut," pungkasnya. (R24/Hari)