Menu

Penyebaran Virus Corona Makin Gawat, Negara Ini Perpanjang Lockdown 14 Hari

Riki Ariyanto 26 Mar 2020, 11:23
PM Malaysia perpanjang kebijakan lockdown (foto/int)
PM Malaysia perpanjang kebijakan lockdown (foto/int)

RIAU24.COM - Kamis 26 Maret 2020, Dampak virus corona atau covid-19 otoritas Malaysia perpanjang masa lockdown. Kebijakan lockdown diperpanjang dari 31 Maret hingga 14 April, untuk penyebaran virus corona atau covid-19 terus meningkat. 

Dilansir dari Okezone, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada pidato khusus pada Rabu, 25 Maret menyebut pemerintahannya memutuskan untuk memperpanjang lockdown. "Mendesak pemerintah untuk melanjutkan Perintah Kawal Gerakan untuk periode yang lebih lama. Saya mengumumkan perpanjangan ini lebih awal sehingga Anda bisa lebih siap," sebutnya seperti dilaporkan Strait Times. 

zxc1

"Bersiaplah secara mental dan fisik untuk tinggal di rumah dalam waktu yang cukup lama," kata PM Muhyiddin.


Dirinya mencatat jumlah infeksi virus corona pada Rabu di Malaysia adalah 1.796, naik dua kali lipat dari 673 dari seminggu sebelumnya, dan jumlah kematian meningkat menjadi 19. 

"Saya diberitahu oleh Dewan Keamanan Nasional bahwa peningkatan positif Covid-19 akan meningkat lebih tinggi jika kita tidak melakukan apa-apa," sebut PM Muhyiddin

zxc2

PM Muhyiddin menyerukan agar rakyat Malaysia untuk tetap tenang dan jangan panik. PM Muhyiddin mengungkapkan bahwa dari 3.585 tempat tidur di 34 rumah sakit yang disiapkan untuk pasien Covid-19. Pemerintah Malaysia juga telah menyiapkan 409 lokasi sebagai pusat karantina. 

"Saya yakinkan Anda bahwa makanan sudah cukup untuk semua orang. Saya tahu Anda merasa terbebani tetapi saya tidak punya pilihan. Saya harus memperpanjang Perintah Pengendalian Gerakan untuk keselamatan Anda sendiri," sebut PM Malaysia Muhyiddin. 

Dalam pidatonya, Perdana Menteri ucapkan terima kasih kepatuhan rakyat yang meningkat dari 60 persen jadi 95 persen.

Hanya saja polisi Malaysia telah menangkap 110 orang yang melanggar lockdown. PM Muhyiddin menyebut tindakan tegas diperlukan untuk menahan wabah Covid-19. (Riki)