Menu

Menteri Luhut Binsar Sebut Corona tak Tahan Panas di Indonesia, IDI Malah Sebut Begini

Siswandi 3 Apr 2020, 10:53
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

RIAU24.COM -  Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, angkat bicara soal virus Corona yang tengah mewabah di Tanah Air. Menurutnya, virus Corona  tak cocok hidup di Indonesia. Sebab, virus itu tak kuat hidup di cuaca panas.

Hal itu dilontarkannya dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kamis (2/4/2020) kemarin. Rapat itu membahas perihal antisipasi mudik di tengah mewabahnya virus Corona di Indonesia. 

Awalnya, Luhut berbicara mengenai pentingnya jaga jarak atau physical distancing dalam pencegahan virus Corona, 
"Tetapi kalau kita tadi bisa mendisiplinkan rakyat kita dengan menjaga jarak itu, itu akan sangat-sangat membantu," lontarnya, dilansir detik, Jumat 3 April 2020. 

Kemudian, Luhut mengatakan virus Corona tak kuat hidup di Indonesia. Sebab, Corona tak bisa bertahan dalam cuaca panas dengan kelembaban yang tinggi.

"Dari hasil modeling kita yang ada, cuaca Indonesia, ekuator ini, yang panas dan juga humidity tinggi itu untuk COVID-19 ini nggak kuat," ujarnya.

Dia mengatakan, kesimpulan itu didasarkan pada hasil penelitian sejumlah universitas dan lembaga. Dari hasil modeling juga, disimpulkan bahwa physical distancing menjadi kunci pemutusan matai rantai COVID-19.

Belum Ada Bukti Ilmiah 

Lalu, benarkah virus Corona memang tak tahan pada cuaca panas seperit di Indonesia?

Ternyata, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) punya analisa sendiri. Seperti disampaikan Wakil Ketua Umum IDI, Adib Khumaidi, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan jika virus Corona tidak akan bertahan lama di cuaca panas seperti di Indonesia. 

Teori-teori tanpa bukti tersebut sudah pernah terpatahkan. Teori ini juga pernah mencuat, saat Corona belum terpantau masuk ke Indonesia,belum lama ini. 

"Jadi teori-teori seperti itu sudah terpatahkan pada saat kita bicara dulu tidak ada Corona di Indonesia, tapi ternyata akhirnya ada. Ya karena waktu itu ada juga yang mengatakan seperti itu. Buktinya Thailand juga walaupun dengan iklim yang sama dengan Indonesia, Thailand juga sudah ada duluan kan," ujarnya. 

Menurutnya, teori yang mengatakan virus Corona tak akan bertahan di cuaca panas masih perlu pembuktian secara ilmiah dengan pengkajian lebih lanjut. Menurutnya, dalam sudut pandang ilmu kedokteran hingga saat ini belum ada referensi yang kuat soal itu.

"Sehingga kita juga tidak bisa mengatakan bahwa di Indonesia ini virusnya akan cepat mati atau cepat hilang karena cuaca tidak mendukung kan kita tidak bisa mengatakan seperti itu karena dasar referensi belum ada," katanya. ***