Bukan Corona, Tapi Fenomena Ini yang Membuat Warga di Kota Ini Jadi Ogah Makan

Senin, 20 April 2020 | 00:57 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM - Sejak Sabtu (18/4/2020), warga Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, dibuat heboh dengan kejadian aneh.

Pasalnya di kawasan itu cacing terus menerus muncul dari dalam tanah, dengan jumlah yang luar biasa banyak.Tak hanya itu, cacing juga muncul secara terus menerus. Saking banyaknya, warga pun jadi kehilangan selera untuk makan.

Baca Juga: Makin Menjadi-jadi, Tak Cuma Bakar Helikopter, Kelompok Bersenjata Papua Ini Tantang TNI Kejar Mereka

Dilansir kompas, kondisi itu dibenarkan Marsono,  seorang pedagang bakso di Pasar Gede. Menurutnya, ia sampai tidak bisa makan, karena merasa jijik melihat kemunculan cacing yang begitu banyak.

"Kalau cacing itu dikumpulkan, ada satu ember. Jumlah cacingnya banyak," ungkapnya.

Ditambahkannya sejak 5 tahun lalu berjualan di Pasar Gede, dia baru kali ini melihat fenomena tersebut.

Marsono mengaku sampai beberapa kali menyapu untuk menyingkirkan cacing-cacing tersebut.

Namun, upayanya sia-sia, karena cacing tidak berhenti keluar dalam jumlah yang sangat banyak.

 

Baca Juga: Reaksi Geram Warganet Usai Tengku Zul Sebut Orang Kulit Hitam Tak Boleh Masuk Surga

 

‌Menanggapi fenomena itu, pakar Lingkungan Hidup dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono mengatakan, munculnya cacing dari dalam tanah dengan jumlah banyak itu diduga karena fenomena alam.

Menurutnya, diduga kelembaban di dalam tanah berkurang, sehingga cacing-cacing keluar melalui permukaan tanah.

"Bisa jadi yang pertama, di situ kelembabanya telah terjadi perubahan drastis. Biasanya tanah itu berubah dari penghujan ke kemarau. Biasa begitu," ujar dia.

Ditambahkannya , fenomena ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Solo. Tapi di beberapa daerah lain di Indonesia juga pernah mengalami kondisi serupa.

"Kayaknya tahun ini ada sedikit anomali. Mungkin ada dinamika suhu tanah dari dalam. Ini sedikit masuk logika. Gunung-gunung yang dulunya dianggap tidur ada istilahnya geotektoniknya begitu," ujar Prabang. ***

 

PenulisR24/wan


Loading...
Loading...