Menu

Bandingkan Kartini dengan Perempuan Bercadar, Abu Janda Langsung Kena Bully Lagi, Jadi Trending di Twitter

Siswandi 22 Apr 2020, 10:07
Postingan Abu Janda yang memancing reaksi dari netizen. Foto: int
Postingan Abu Janda yang memancing reaksi dari netizen. Foto: int

RIAU24.COM -  Pada Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, kembali mendapat sorotan dari netizen di Tanah Air. Hal itu setelah ia mencuit soal Kartini sekaligus mengunggah dua foto; yang satu berisi foto perempuan berkebaya dan satu lagi foto wanita bercadar. 

"RA Kartini bisa nangis di alam baka kalo tau Kebaya mau diganti Cadar. Selamat hari Kartini #KartiniDay. 
NO DEBAT." cuitnya dalam akun Twitter-nya @permadi aktivis, 21 April 2020.

Dilansir viva yang merangkum humor, Rabu 22 April 2020, tak berapa lama setelah cuitannya itu diunggah, kolom komentar Abu Janda pun langsung diburu para netizen. 

Selain mengecam pernyataannya, Abu Janda juga menuai kecaman lain. Pasalnya, foto perempuan berkebaya itu, diduga diunggah tanpa meminta izin dari yang bersangkutan. Sehingga Abu Janda pun diminta menurunkan foto perempuan berkebaya itu. 

Berikut komentar netizen.

"Jangan sok-sok mengenang hari kartini kalau masih menilai wanita dari fisik semata. Katanya emansipasi wanita menunjukan derajat yang sama, tapi membenturkan norma budaya dengan syariat agama. Jelas agama lebih utama" cuit warganet Farhan Nasrullah.

"Di alam baka orang menangisi dosa masing-masing, atau dia tertawa bahagia jika termasuk ahli syurga, pilihannya hanya itu,  gak ada lagi urusan di dunia, Permadi ***." cuit Abu Muhammad Andalusyi

"Hari Kartini, Gak bisa disangkutkan kebaya dgn cadar dong bang. Dua hal yg berbeda. Ngomongin Kartini bkn soal seremonial pd pakaiannya: kebaya dan sanggul tp ruhnya. 
Ruh yg menyuarakan emansipasi. Jelas ini sdh beda jalur," cuit Risma.

Untuk cuitan Risma, Permadi memberikan jawaban seperti ini:

"twit ini memang bukan tentang cadar doank. simak foto cadarnya 4 orang simbolis poligami. karena faktanya syarat bercadar itu harus mau dipoligami yang bertentangan dengan emansipasi, bukan?  Jawab Permadi.

Lagi-lagi, cuitan atau jawaban dapat sentilan dari Kiai Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen yang tinggal di Australia.

"Mas @permadiaktivis pendapat saya wajah perempuan gak termasuk aurat, sehingga gak wajib ditutupi. Tapi kalau ada yg mau bercadar, saya hormati. Toh gak ganggu saya apapun pilihan cara berpakaian dan alasan mereka. Buat saya terlalu sempit menilai perempuan semata dr pakaian????. "cuit kiai Nadirsyah Hosen.

Tak Minta Izin 
Tenyata, tak hanya soal konten yang disoal warganet, tapi ada juga pengguna media sosial yang keberatan foto pacarnya dicomot Permadi. 

"hallo mas permadi @permadiaktivis bisa di take down ngga postingannya ? pacar saya keberatan fotonya dipake tanpa izin kyk gini. Mohon diindahkan," cuit @turahdeva. ***