Menu

Rumahnya Digerebek dan Diancam Intelijen Israel, Begini Pernyataan Imam Besar Masjid Al Aqsa

Siswandi 29 Apr 2020, 10:57
Imam Besar Majid Al Aqsa di Palestina, Syekh Ekrima Sabri. Foto: int
Imam Besar Majid Al Aqsa di Palestina, Syekh Ekrima Sabri. Foto: int

RIAU24.COM -  Imam Besar Masjid Al Aqsa di Palestina, Syekh Ekrima Sabri, mengungkapkan, kediamannya telah digerebek intelejen Israel baru-baru ini. Tak sekedar menggerebek, pasukan negara zionis itu juga sempat melontarkan ancaman keras terhadapnya.

Ancaman ini muncul setelah Syekh Sabri melontarkan pernyataan ke publik, bahwa dirinya akan membuka kembali pintu Masjid Al-Aqsa jika pasukan Israel mengizinkan kembali para pemukim untuk beribadah di situs milik umat Muslim tersebut.

"Pasukan intelijen Israel datang ke rumah saya dan mengancam saya dengan mengatakan bahwa mereka akan menuntut saya untuk bertanggung jawab atas segala ketegangan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa," ungkapnya, dilansir viva yang mengutip anadolu agency, Rabu 29 April 2020.

"Saya pun mengatakan kepada mereka bahwa menunda penerimaan jamaah di Masjid Al-Aqsa bukan berarti bahwa pemukim boleh masuk. Karena itu, jika polisi (Israel) penjajah memutuskan untuk membuka Gerbang Mughrabi secara sepihak kepada pemukim, maka kami akan membuka sisa pintu masjid untuk para jamaah," lontarnya lagi. 

Syekch Sabri menegaskan, Israel seharusnya tidak mengambil keuntungan dari pandemi Corona COVID-19. Apalagi Israel sangat berusaha untuk mengeluarkan keputusan terkait pembatasan yang terbaru terhadap kegiatan di Masjid Al-Aqsa.

Sebelumnya, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, mengumumkan, pihaknya masih menunda untuk membuka kembali Masjid Al-Aqsa. Keputusan itu diambil sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pengumuman itu disampaikan pada akhir Maret 2020 lalu. ***

Sambungan berita:  
Halaman: 12Lihat Semua