Menu

Terima Bantuan dari Pemrov Riau, Pemkab Siak Akan Salurkan BLT Ke 16.800 KK

Lina 21 May 2020, 10:26
Terima Bantuan dari Pemrov Riau, Pemkab Siak Akan Salurkan BLT Ke 16.800 KK (foto/int)
Terima Bantuan dari Pemrov Riau, Pemkab Siak Akan Salurkan BLT Ke 16.800 KK (foto/int)

RIAU24.COM - SIAK- Penjabat Sekretaris daerah Kabupaten Siak Jamaluddin menyaksikan acara penyerahana bantuan keuangan dari pemerintah Provinsi Riau dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Bantuan diberikan Kepada pemerintah kabupaten dan Kota di Provinsi Riau melalui Virtual.

Video Conference itu juga disaksikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Siak L Budhi Yuwono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrisan, Kepala Dinas Infokom Arfan Usman, Kapoleres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, Danramil Kota Mayor Suratno.

zxc1

Penjabat Sekretaris daerah Kabupaten Siak Jamaluddin usai acara mengatakan hari ini pemerintah provinsi Riau menyaluarkan bantuan keuangan bagi enam kabupaten Kota se Riau, termasuk Siak. Penyaluran bantuan ini  dalam rangka penanggulangan Covid19 di Provinsi Riau.

"Alhamdulillah, hari ini kita menerima bantuan keuangan dan logistik dari Pemerintah Provinsi Riau. Di serahkan langsung oleh bapak Gubernur Riau Syamsuar di terima oleh perwakilan dari Pemkab Siak yang di wakili Camat Minas Hendra," kata Jamaluddin di ruang Comen Center Lantai Dua Kantor Bupati Siak.


Dijelaskan Jamal, Bantuan yang di salurkan pemerintah Provinsi Riau itu, terdiri dari bantuan Keuangan khusus Desa, Kelurahan, Kecamatan dan Jaringan Pengaman Sosial serta Logistik berupa (Alat kesehatan, Rapid test, masker, ekstra puding dan Vitamin). Yang baru saja mobil bantuannya di lepas oleh Gubernur Riau Syamsuar, di halaman Kantor Gubernur Riau ke masing-masing daerah penerima bantuan.

zxc2

"Secara umum tadi disampaikan ada1591 Desa se provinsi Riau akan menerima bantuan, yang besaran bantuannya per Desa Rp100 juta, termasuk kelurahan dan kecamatan masing-masing menerima Rp 100 juta. Untuk bantuan sosial jaringan pengamanan sosial top up akan disalurkan kepada 212.893 kepala keluarga se provinsi Riau, sementara untuk kabupaten Siak sesuai yang di usulkan kepemerintah provinsi ada 16800 ribu kepala keluarga menerima bantuan. Sesuai petunjuk masing-masing per kepala keluaraga menerima Rp 300 ribu selama tiga bulan, mulai dari bulan Mei-Juli," ungkapnya.

Lanjutnya, dari perintah yang di sampaikan gubernur Riau Syamsuar, bantuan yang sudah diserahkan ini, secepatnya disalurkan. Berhubung ini dana pemerintah, penyalurannya harus mengikuti peraturan yang ada, pihaknya juga sudah meminta Juknis dan Pergub sebagai petunjuk dan dasar penyaluran bantuan.

 "Pak Gubernur tadi meminta kepada kita bantuan yang sudah di terima ke pada masing-masing kabupaten kota, secepatnya disalurkan, mengingat Lebaran tinggal menghitung hari sehingga bantuan tersebut dapat dimanfaatkan warga. Hari ini juga pak Bupati memimpin rapat dengan OPD terkait untuk membahas teknias penyaluran BLT ini,  secepatnya diserahkan kepada masyarakat yang berhak menerima," terangnya.

Jamaluddin juga mengakui, kesulitan dengan waktu penyaluran, yang di date line oleh gubernur Riau karena waktunya hanya rabu ini terhakir, seluruh kantor Pemerintah besok tutup.

"Kesulitan kita waktunya hanya satu hari ini aja, besok sudah libur. Namu kita akan bekerjasama dengan kantor POS terkait teknis penyaluran bantuan langsung tunai. Karapan kita harapkan kantor POS dapat melayani seluruh warga," ucapnya.

Dari laporan yang di sampaikan Gubernur Riau melalui Video Conference, terhadap enam kabupaten/kota yang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) akan dilakukan Rapid test secara massal. Rapid test akan dilakukan di pasar baik, moderen dan juga tradisional, serta di tempat umum.

"Sesuai arahan Pak Gubernur tadi, bagi kabupaten kota yang melaksanakan PSBB akan dilakukan rapit test massal, tujuannya akan memutus mata rantai wabah Corona, dan penegasan pak gub tadi masyarakat Riau untuk tidak mudik, artinya lebaran di tempat masing-masing, jika tetap mudik juga, kitai tetapkan sebagai ODP dan dia kita minta Isolasi mandiri selama 14 hari," tutupnya.