Update Corona 1 Agustus: Total Positif 109.936 dan 67.919 Sembuh

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 17:53 WIB
Foto (internet) Foto (internet)

RIAU24.COM -  Jumlah kasus positif virus corona atau covid-19 di Indonesia secara kumulatif per Sabtu 1 Agustus 2020 sudah mencapai 109.936 orang. Data tersebut diakses melalui situs covid-19. go. id.  

Baca Juga: Dunia tak Akan Sama Lagi Setelah Pandemi Covid-19 Usai, Ignasius Jonan Sebut Ini 5 Jenis Bisnis yang Bakal Berkembang

Sementara untuk jumlah kasus yang sembuh sebanyak 67. 919 orang dan 5.193 orang lainya meninggal dunia. Terhadi

Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 67.919 orang dinyatakan sembuh dan 5.193 orang lainnya meninggal dunia. Terjadi pertambahan 1.560 orang positif virus corona dari data kemarin.

Angka tersebut bertambah dari laporan sehari sebelumnya. Pada Jumat 31 Juli 2020, kasus positif sebanyak 108.376 dan 65.907 orang dinyatakan sembuh. Sementara 5.131 orang meninggal dunia.

Jawa Timur masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif tertinggi dengan 22.089 orang. Disusul DKI Jakarta 21.399 orang, Jawa Tengah 9.516 orang, Sulawesi Selatan 9.422 orang, dan Jawa Barat 6.532 orang.

Sementara itu DKI Jakarta menyumbang tambahan kasus positif harian dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan kasus tersebut membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sampai 13 Agustus 2020.

Lonjakan kasus beberapa hari terakhir di Ibu Kota berasal dari lingkungan perkantoran. Hingga Selasa 28 Juli 2020, 90 perkantoran menyumbang 459 kasus positif virus corona.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan klaster perkantoran virus corona meningkat semenjak diberlakukan PSBB transisi sejak awal Juni lalu.

Baca Juga: Arief Poyuono Desak Prabowo Minta Maaf Terkait Penangkapan Menteri Edhy

Satgas Covid-19 pun merekomendasikan perusahaan atau perkantoran menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mencegah penularan virus corona.

"Untuk perusahaan yang masih bisa melakukan kerja WFH, lebih baik WFH," kata Dewi di BNPB, menguti dari CNNIndonesia. Rabu 29 Juli 2020. 

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...