Dewan Pendidikan Riau Kritik Kebijakan Firdaus Yang Mengizinkan Sekolah Tatap Muka Di tengah Peningkatan Covid-19

Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:04 WIB
Foto (internet) Foto (internet)

RIAU24.COM -  Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengambil kebijakan untuk mengizinkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah di tengah pandemi Covid-19 ini, dengan jadwal satu kali pertemuan dalam sepekan, dan jumlah siswa dalam kelas hanya 50 persen.

Baca Juga: Per Hari Ini, Sudah 126 Orang di Riau Meninggal Dunia Karena Covid-19

Langkah ini diambil, mengingat masyarakat yang mulai mengelauh dengan belajar sistem online yang tidak bisa diikkuti semua siswa karena keterbatasan ekonomi dan akses internet.

Selain itu, asosiasi sekolah swasta juga mengadu ke Pemko Pekanbaru, karena kesulitan dengan adanya sistem belajar online atau daring ini.

Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Pendidikan Riau, Zulkarnain Nurdin mengakui, ini suatu masalah sangat dilematis. Banyak persoalan yang dikeluhkan terkait sekolah online.

"Hari ini kita tau, keluhan masyarakat ibu-ibu dengan sekolah online, banyak persoalan, khsusnya daerah terpencil yang susah internet dan biaya," kata Zulkarnain kepada Riau24.com. Rabu 5 Agustus 2020.

"Secara psikologis, karena terlalu lama sekolah online siswa menjadi bosan. Terlebih banyak dilihat mal buka, tapi sekolah tutup," tambahnya.

Baca Juga: 108 Pasien Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Total Per Hari ini Capai 2.771 Orang

Dilain pihak, Zulkarnain menuturkan, juga ada persoalan dalam penanganan Covid-19. Bahkan, belakangan muncul peningkatan Covid-19 di Riau.

"Saran saya, kebijakan sekolah tatap muka ini ditinjau ulang, jangan sampai kebijakan ini menimbulkan penyesalan kemudian hari," tuturnya.

"Harus dikaji betul oleh ahli yang bisa memberikan rekomendasi yang nanti jadi pijakan bagi semua pihak dalam menerapkan kebijakan sekolah tatap muka," tegasnya.

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...