Samda Disambut Antusias Warga Desa Pinggir Saat Kampanye Dialogis

Kamis, 15 Oktober 2020 | 15:16 WIB
Kampanye dialogis Samda di Pinggir Kampanye dialogis Samda di Pinggir

RIAU24.COM - BENGKALIS - Calon wakil Bupati Bengkalis nomor urut 4, Samsu Dalimunthe yang akrab disapa Samda, kembali melaksanakan kampanye dialogis di Jalan Seroja, RT 01 RW 03, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Rabu 14 Oktober 2020 malam.

Peserta kampanye yang hadir mayoritas masyarakat Pinggir asal Sumatera Utara (Sumut). Di tempat ini, Samda merasa berada di tengah-tengah keluarga besarnya karena ia juga berasal dari Sumut dan sudah 32 tahun tinggal di Provinsi Riau.

Dari keempat pasangan calon wakil bupati, Samda merupakan satu-satunya yang berasal dari Sumut. Untuk itu Samda berharap dukungan masyarakat kabupaten Bengkalis yang berasal dari Sumut bulat ke ESA (Eet-Samda) pada Pilkada Bengkalis 9 Desember 2020 mendatang ini.

Baca Juga: Libur Panjang, Antrian Penyeberangan Roro Masih Padat

"Sebagai orang Batak, Samda tentu bangga bisa maju menjadi wakil bupati Bengkalis, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Samda sendiri berpasangan dengan Indra Gunawan Eet, mantan ketua DPRD Riau yang mundur karena maju pada Pilkada Bengkalis," ungkap Ketua Jurkam ESA bagian Daratan, Ngatno Eko Prawiro.

Dalam kampanye itu Samda menerima berbagai masukan yang berkembang di masyarakat setempat terkait masalah tenaga kerja, lahan yang masih dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM). Dua hal ini menjadi perhatian serius Samda untuk dituntaskan apabila ESA memenangkan Pilkada Bengkalis tahun ini.

"Memang di kecamatan Pinggir ini perkembangan penduduknya cukup pesat, tapi lahan disini masih ada yang masuk zona kawasan Suaka Margasatwa. Selama ini persoalan tersebut belum diklirkan, sehingga masyarakat masih ragu untuk mengurus surat-surat tanah. Kalaupun ada yang bisa diurus, mereka masih khawatir suatu saat nanti akan dipermasalahkan," ujarnya.

Baca Juga: Delalapan Posko Tim Pemenangan ESA Mantab Dua Kecamatan Siap Menangkan Nomor Urut 4

Untuk itu Samda akan mengupayakan membawa kawasan SM ini ke Kementerian Kehutanan agar dicarikan jalan keluarnya.

"Mengenai serapan tenaga kerja di Pinggir yang masih rendah jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada, hal ini menjadi perhatian ESA untuk diprioritaskan," ucapnya lagi.

 

PenulisR24/hari



Loading...
Loading...