Soal Pembatasan Tonase Kendaraan di Pelabuhan RoRo Rupat Melebihi Standar, Begini Respon Gubenur Riau

Rabu, 18 November 2020 | 15:40 WIB
Kondisi bawah pelabuhan Roro Rupat, Kab. Bengkalis Kondisi bawah pelabuhan Roro Rupat, Kab. Bengkalis

RIAU24.COM - BENGKALIS - Gubernur Riau Syamsuar menegaskan jika pembatasan tonase kendaraan di Pelabuhan Roll On-Roll Off atau Roro Dumai-Rupat adalah menyelamatkan keadaan jalan dan jiwa masyarakat itu sendiri. Disamping akan membuat langkah kedepan supaya semua permasalahan akan selesai di wilayah tersebut.

Lanjutnya, jika kebijakan itu ia ambil karena berkaca dengan kejadian ambruknya pelabuhan Buton di Kabupaten Siak. Karenakan tonase kendaraan melebihi standar bisa mengakibatkan kerugian baik materil dan jiwa di pihak masyarakat itu sendiri.

"'Sayatidak mau masyarakat celaka. Makanya saya batasi tonase kendaraan itu,''tegas Syamsuar, Rabu 18 November 2020.

Baca Juga: Soal Ini, Wakil Ketua DPRD Sayangkan Dengan Sikap Pj Bupati Bengkalis

Tidak hanya itu, Syamsuar menyebut selain kondisi Roro yang mulai rapuh karena sudah 15 tahun berdiri. Keadaan musim hujan seperti sekarang pasti akan membuat jalan yang ada di Rupat semakin rusak jika dilalui kendaraan yang bertonase tinggi. Dan itu menurutnya pihak masyarakat di Rupat lagi yang banyak dirugikan.

''Jalan di Rupat pun akan rusak jika dilalui kendaraan yang berat beban itu. Apalagi ini musim hujan. Ujung-ujungnya kan masyarakat lagi yang jadi susah,''ucap Syamsuar.

Syamsuar juga mengaku segera mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan di Roro Dumai-Rupat itu. Yang mana solusi itu tidak merugikan semua pihak dan secepatnya akan dikerjakan oleh pihaknya selaku pemangku kebijakan.

Baca Juga: Tausiah Ustad Abdul Somad: Jika Tidak Membayar Zakat, Makan Dan Yang Diminum Akan Haram

''Segera kita laksanakan untuk solusinya. Yang penting semua kita lakukan untuk kemashalatan masyarakat di sana dan tidak ada lagi yang merasa dirugikan,''pungkasnya.

 

PenulisR24/hari



Loading...
Loading...