Prancis dan Jerman Desak AS Kembali ke Pendekatan Bersama Terhadap Iran

Rabu, 18 November 2020 | 16:32 WIB
Ilustrasi/int Ilustrasi/int

RIAU24.COM - Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mendesak Amerika Serikat (AS)untuk kembali ke pendekatan bersama terhadap Iran. Mereka mengatakan, ini harus dilakukan untuk memastikan bahwa program nuklir Iran berjalan dengan damai.

Baca Juga: Korea Selatan Melaporkan 583 Kasus Virus Corona Baru, Jumlah Tertinggi Sejak Maret

"Kami juga menyerukan kepada AS untuk kembali ke pendekatan bersama terhadap Iran," kata keduanya dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dilansir Sindonews dari Sputnik pada Rabu 18 November 2020.

"Sehingga, bersama-sama kami dapat memastikan bahwa program nuklir Iran hanya untuk tujuan damai, dan memberikan jawaban atas masalah lain yang ditimbulkan negara tersebut untuk keamanan dan kawasan kami," sambungnya. 

Sementara itu, sebelumnya mantan kepala intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, memperingatkan Washington agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, yang dibuat di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atau kesepakatan nuklir Iran yang diteken pada 2015 lalu.

"Presiden terpilih (Joe Biden), jangan mengulangi kesalahan dan kekurangan dari kesepakatan pertama. Kesepakatan non-komprehensif apa pun tidak akan mencapai perdamaian dan keamanan abadi di wilayah kami,” kata Pangeran Turki selama Konferensi Pembuat Kebijakan Arab-AS ke-29.

Biden adalah Wakil Presiden Barack Obama saat kesepakatan itu diteken bersama sejumlah negara yang menjadi simbol kekuatan dunia. Biden sebelumnya telah menyatakan kesediaan dan niatnya untuk masuk kembali ke JCPOA, yang mendapat kecaman keras dan ditarik dari Presiden Donald Trump.

"Perilaku regional Iran yang mengganggu di Irak, Suriah, Yaman, Lebanon dan Arab Saudi, dengan menyerang secara langsung dan tidak langsung instalasi minyak merupakan ancaman yang sama besarnya dengan program nuklirnya," ujar Pangeran Turki.

Baca Juga: Mantan PM Sudan Sadiq al-Mahdi Meninggal Karena Virus Corona di UEA

Pangeran Turki mengatakan setiap kesepakatan baru harus mencakup semua masalah yang menjadi perhatian, dan ini berarti teman dan sekutu Washington perlu menjadi bagian dari negosiasi potensial. 

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...