Menu

Perkawinan Menurun dan Tingkat Perceraian Meningkat Di 2019 Saat Kaum Muda Malaysia Terlalu Sibuk Bekerja

Devi 1 Dec 2020, 16:31
Perkawinan Menurun dan Tingkat Perceraian Meningkat Di 2019 Saat Kaum Muda Malaysia Terlalu Sibuk Bekerja
Perkawinan Menurun dan Tingkat Perceraian Meningkat Di 2019 Saat Kaum Muda Malaysia Terlalu Sibuk Bekerja

Angka perceraian umum untuk laki-laki meningkat menjadi 7,2 per seribu penduduk dari 6,5 laki-laki kawin umur 18 tahun ke atas sedangkan pada perempuan kawin umur 16 tahun ke atas, angka perceraian meningkat dari 7,0 menjadi 7,7 per seribu penduduk.

Sementara median usia calon pengantin pria tetap pada 28 tahun, median usia pengantin wanita meningkat dari 26 tahun pada 2018 menjadi 27 tahun pada 2019. Orang Malaysia yang menikah lebih lambat mungkin disebabkan oleh peningkatan tingkat urbanisasi di Malaysia dari 70,9 persen pada 2010 menjadi 76,2 persen pada 2019.

“Skenario saat ini menunjukkan bahwa kecenderungan pernikahan terlambat terjadi pada mereka yang berpendidikan dan bekerja untuk memperkuat stabilitas ekonomi individu, terutama mereka yang tinggal di perkotaan.”

Urbanisasi mengacu pada bagian populasi perkotaan dalam total populasi suatu negara. Menurut Statista, Malaysia saat ini merupakan salah satu negara paling urban di Asia Timur dan juga salah satu kawasan urbanisasi tercepat di dunia.

Mohd Uzir menambahkan bahwa pengantin pria dan pengantin tertua tercatat berusia 93 dan 86 tahun tahun lalu. Kira-kira, 0,3 persen pengantin laki-laki berusia 65 tahun ke atas telah menikahi pengantin yang lebih muda pada kelompok usia 24 tahun ke bawah, sementara 0,2 persen pengantin laki-laki berusia 65 tahun ke atas telah menikah dengan pengantin laki-laki yang lebih muda berusia 24 tahun ke bawah.

Halaman: 12Lihat Semua