Menu

BI Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,8 Persen di Tahun 2021, Salah satunya Didukung UU Cipta Kerja

Devi 3 Dec 2020, 16:16
BI Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,8 Persen di Tahun 2021, Salah satunya Didukung UU Cipta Kerja
BI Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,8 Persen di Tahun 2021, Salah satunya Didukung UU Cipta Kerja

RIAU24.COM -  Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan saat ini pemulihan ekonomi nasional sedang berlangsung. Padahal, menurut dia, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat.

Perry memprediksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi 4,8 hingga 5,8 persen tahun depan. Proyeksi yang dikeluarkan Bank Indonesia jauh lebih tinggi dari prediksi pemerintah sekitar 5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan di semua wilayah yang didukung oleh peningkatan ekspor dengan membaiknya ekonomi global, konsumsi dengan stimulus belanja sosial dari pemerintah, investasi dengan stimulus belanja modal, dan investasi swasta dengan Job Creation Act. Serta meningkatkan mobilitas manusia dengan vaksinasi,” ujarnya, saat Rapat Tahunan Bank Indonesia 2020, Kamis, 3 Desember 2018.

Lebih lanjut, kata Perry, peningkatan konsumsi rumah tangga ini memang kabar baik. Pasalnya, konsumsi rumah tangga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Perbaikan konsumsi rumah tangga tersebut sejalan dengan stimulus belanja sosial yang dicanangkan pemerintah melalui program jaring pengaman sosial dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Perry menjelaskan, pemulihan ekonomi nasional pada 2021 dapat diwujudkan dengan memperkuat sinergi melalui satu prasyarat dan lima strategi. Sedangkan salah satu prasyarat yang dimaksud adalah vaksinasi dan kedisiplinan protokol COVID-19.

Sedangkan lima strategi respon kebijakan, pertama, membuka sektor produktif dan aman. Kedua, percepatan stimulus fiskal. Ketiga, meningkatkan kredit dari sisi permintaan dan penawaran.

Keempat, kesinambungan stimulus moneter dan makroprudensial. Kelima, digitalisasi perekonomian dan keuangan khususnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), ”ujarnya.