Menu

Tragis, Bayi Berusia 5 Bulan Ini Diserang Monyet Liar Di Rumahnya Di Johor, Begini Kondisinya Saat Ditemukan

Devi 24 Dec 2020, 10:18
Foto : worldofbuzz
Foto : worldofbuzz

RIAU24.COM -  Bayi perempuan berusia 5 bulan, Aisyah Nur Zara Mohd Azmi mengalami kejadian traumatis setelah diserang oleh monyet liar. Peristiwa itu terjadi pada Minggu 20 Desember lalu, sekitar pukul 11.00 di rumah mereka di Taman Nusa Damai, Johor. Menurut Harian Metro, ibu dari bayi berusia 5 bulan, Siti Nur Asikin Sulaiman, 42 tahun, mengatakan putrinya mengalami luka di punggung akibat serangan itu.

“Zara menangis dan saya harus membaringkannya di atas lututnya sehingga dia tidak akan merasakan sakit sebanyak itu,” katanya.

Menurutnya, saat itu dia sedang di dapur menyiapkan susu untuk bayinya karena baru saja bangun dari tidurnya. “Saya membaringkannya di tempat tidur di kamar utama dan menuju ke dapur dan pada saat itu, dua putra saya yang lain, yang berusia 15 tahun dan delapan tahun juga ada di rumah,” katanya.

“Anak ketigaku saat itu sedang berada di ruang utama menonton televisi sebelum Zara tiba-tiba menjerit dan menangis,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa dia bergegas ke kamar untuk melihat abayinya tetapi terkejut melihat monyet liar duduk di punggung bayinya dan mencakar dia.

“Saat saya berusaha mengusirnya, dengan menggunakan sapu, kera itu seperti menarik tangan bayi saya dan ingin membawanya pergi,” katanya.

Siti Nur Asikin menjelaskan, saat itu yang ada di pikirannya hanyalah menyelamatkan bayinya. Seorang tetangga dari sebelah membantu mengusir hewan itu. Dia menjelaskan bahwa segera setelah itu, dia mencoba menenangkan bayinya dengan menggendongnya. Saat itulah dia menyadari bahwa pakaian bayinya robek dan ada bekas darah.

“Saat kejadian, suami saya sedang bekerja dan berada di luar daerah, jadi saya pergi ke RS Sultan Ismail, Johor Bahru untuk berobat,” ujarnya.

“Tetangga saya mengadukan secara online di website Dinas Satwa dan Taman Nasional (Perhilitan) pada hari yang sama. Kejadian yang menimpa bayi saya ini baru pertama kali. Namun kehadiran monyet liar di kawasan pemukiman ini bukan yang pertama kali, ”ujarnya.

Dokter menginformasikan bahwa Zara harus dirawat selama 14 hari sejak Minggu lalu akibat cedera di leher dan tubuhnya. Dia menjelaskan bahwa kuku hewan itu mengandung kuman sedangkan antibodi bayi tidak cukup kuat sehingga dokter memberinya satu dosis vaksin rabies untuk mengobatinya.

“Saya sangat sedih melihat Zara, jadi saya membiarkan dia tidur di tubuh saya,” katanya.

Ia juga menambahkan, sejak Oktober lalu, banyak warga yang mengeluhkan keberadaan kera di daerah asalnya. Beberapa monyet liar ini menggeledah tempat sampah untuk mencari makan. Ada juga kejadian dimana mereka memakan salah satu kelinci peliharaan warga. “Pihak berwenang sudah tiga kali sehari sejak kejadian untuk melakukan pemantauan, termasuk memasang jebakan. Namun, tidak ada penangkapan monyet yang dilakukan. Kelompok satwa liar itu hidup di sekitar semak sekitar 300 meter dari rumah warga, ”ujarnya.

Sementara itu, Direktur Satwa Liar Johor, Salman Saaban saat dihubungi memastikan menerima pengaduan terkait kejadian tersebut. “Kami sudah memantau dan segera mengambil tindakan begitu mendapat informasi terkait hal ini,” ujarnya.

“Berdasarkan penelusuran pendahuluan, ada tiga ekor monyet yang diduga terlibat dan berkeliaran di kawasan itu. Salah satunya sudah tertangkap. Dinas akan terus memasang perangkap di kawasan itu dan memburu monyet untuk dibuang karena mengancam keamanan masyarakat, ”ujarnya.